Kriminalitas Palembang

Sudah 3 Bulan Pembunuh Supir Grab Belum Tertangkap

publicanews - berita politik & hukumKabid Humas Polda Sumsel Kombes Slamet Widodo. (Foto: tribratanews)
PUBLICANEWS, Palembang - Akbar (31) otak pembunuh supir taksi online Grab, Sofyan (43), yang dinyatakan buron sejak tiga bulan belum tertangkap. Polisi kesulitan meringkusnya karena Akbar selalu berpindah-pindah.

"Posisinya sudah diketahui penyidik, sudah keluar Sumsel. Selama ini dia berpindah-pindah karena terendus polisi," kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Slamet Widodo di Palembang, Senin (7/1).

Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara sudah tegas menginstruksikan jajarannya menembak mati Akbar, jika melawan. Apalagi polisi sudah memperingatkan Akbar untuk menyerahkan diri, tapi tidak digubris.

"Sudah diinstruksikan pimpinan untuk menyerahkan diri saja, jika tidak ditindak tegas. Bisa saja ditembak mati," ujar Kombes Slamet.

Identitas Akbar terlacak berdasarkan pengakuan ketiga rekannya, yakni Franata Ariwibowo (16), Ridwan (42), dan Acundra (21) yang sudah tertangkap lebih dulu. Akbar lima kali merencanakan perampokan, di antaranya merampok orang tua angkatnya sendiri.

Lalu merampok sopir travel dan supir taksi daring. Akbar mengajak ketiga rekannya merampok mobil yang dikendarai Sofyan. Mereka pun beraksi di dekat KFC Simpang Bandara Palembang.

Akbar menarik tangan Sofyan, sedangkan Ridwan, Franata dan Acun memegangi dan mencekik korban bersama-sama. Akbar juga menekan kepala korban sampai ke bawah hingga meninggal.

Setelah pembunuhan tersebut Akbar membawa kabur mobil dengan membawa mayat korban. Ponsel korban dihancurkan agar posisinya tak terlacak dan dibuang di daerah Betung, Banyuasin.

Ia juga menjual ponsel temannya Franata Rp 300 ribu untuk membeli bensin di daerah Sekayu, Muba. Selanjutnya, jasad Sofyan ia buang di perkebunan sawit di Desa Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas.

Mereka kemudian kabur dan menjual mobil korban seharga Rp 22,5 juta di daerah Kerinci, Jambi. Hasilnya dibagi rata, namun Akbar mendapat jatah paling besar.

Sofyan dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polda Sumsel sejak 29 Oktober 2018. Lalu pada 12 November 2018 polisi menemukan Sofyan dalam kondisi tinggal tulang belulang. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top