Kriminalitas Meulaboh

Mangkir dari Polisi, Empat Debt Collector Masuk DPO

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Meulaboh - Polisi menetapkan empat orang debt collector (penagih utang) sebuah perusahaan multi pembiayaan kendaraan bermotor masuk daftar pencarian orang (DPO). Mereka biasa beroperasi di Meulaboh, Aceh.

Mereka adalah Sofyan, Rizwani, T Laksamana Jowa, dan Irvan Juanda, yang semuanya warga asli Aceh.

"Keempat petugas penagih utang masuk DPO dikarenakan mereka sudah melarikan diri," kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Muhammad Isral kepada wartawan, Kamis (3/1) sore, di Meulaboh, seperti dilansir dari Antara.

Keempatnya menjadi tersangka kasus dugaan perampasan sepeda motor warga pelanggan perusahaan pembiayaan kredit tempatnya bekerja. Mereka sempat diperiksa sebagai saksi.

Para 'mata elang' itu mangkir dalam pemeriksaan kedua dan ketiga. "Ketika kita cek ke alamat rumah, para pelaku sudah tidak berada lagi di tempat," ujar Isral.

Karena tidak kooperatif dan melarikan diri, polisi menaikan statusnya menjadi tersangka. Mereka dijerat Pasal 368 atau Pasal 362 KUHP dengan ancaman kurungan penjara paling lama sembilan tahun.

Polisi sebetulnya berencana mediasi antara pelapor dengan para tersangka. Namun, keluarga pelapor menolak dan berharap kasus ini bisa ditangani melalui proses hukum. Pelapor tidak terima perlakuan kasar para penagih utang. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top