Korban Perkosaan Pejabat BPJS Lapor ke Bareskrim

publicanews - berita politik & hukumRA bersama pendamping kuasa hukum Ade Armando dalam jumpa pers Jumat (28/12). (Foto: Krikom)
PUBLICANEWS, Jakarta - Korban diduga perkosaan RA (27) didampingi dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando melaporkan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Syafri Adnan Baharuddin ke Bareskrim Mabes Polri. Aduan tersebut terkait tindak pencabulan.

"Kuasa hukum melihat ada beberapa hal yang dianggap pas dengan pasal-pasal bisa dikenakan kepada terduga pelaku pemerkosaan. Konsentrasinya dengan perbuatan cabul," ujar pendamping kuasa hukum RA, Ade Armando, kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (2/1).

RA dan Ade membawa serta barang bukti, namun mereka tak bersedia merincinya. "Belum bisa disampaikan saat ini. Kalau bicara strategi hukum nanti bisa saja (terlapor) menghilangkan barang bukti, lalu cari cara menyanggah," Ade menjelaskan.

Dalam jumpa pers pada Jumat (28/12), RA yang pernah menjadi karyawan BPJS dan asisten pribadi Syafri menuturkan, tindak perkosaan yang menimpanya terjadi empat kali sejak 2016.

Dituding Perkosa Bawahan, Dewan Pengawas BPJS Mundur

Sepanjang April 2016-November 2018 lalu, RA mendapat pelecehan seksual di Pontianak pada 23 September 2016, di Makassar (9 November 2016), Bandung (3 Desember 2017), dan Jakarta pada 16 Juli 2018.

Pasca pengungkapan tudingan adanya perkosaan, Syafri mengundurkan diri dari jabatannya. "Saya menyatakan mundur agar dapat fokus dalam upaya menegakkan keadilan melalui jalur hukum," ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Hermitage, Jakarta Pusat, Minggu (30/12).

Syafri berencana menempuh jalur hukum karena merasa tuduhan RA sebagai fitnah.

"Tuduhan yang ditujukan kepada saya adalah tidak benar adanya dan bahkan merupakan fitnah yang keji," kata Syafri yang didampingi anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatullah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top