Korupsi Rp 773 Juta, eks Kades di Gowa Nangis Saat Dibekuk

publicanews - berita politik & hukumEks Kepala Desa Tinggimae, Barombong, Gowa, FH (60) menangis saat di gelandang anggota Polres Gowa karena korupsi, Rabu (26/12). (Foto: kabar.news.com)
PUBLICANEWS, Gowa - Pensiunan Kepala Desa Tinggimae, Barombong, Gowa, FH (60) menangis saat dibekuk anggota Polres Gowa di kantornya karena dituduh melakukan korupsi, Rabu (26/12). FH diduga menyalahgunakan Dana Desa 2016-2017 sebesar Rp 3.012.189.478.

Dana tersebut sedianya untuk pengerjaan proyek jalan tani di Dusun Bontokappong, Gowa, Sulawesi Selatan.

"Berdasarkan hasil penyidikan Unit Tipikor selama dua bulan, negara mengalami kerugian lebih dari Rp 700 juta," kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga saat pengungkapan kasus di Mapolres Gowa, Rabu (26/12).

Dalam aksinya, FH melibatkan Kaur Keuangan Desa sekaligus menantunya RM (31) dan Sekretaris Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) AP (52). Proyek jalan tersebut tidak pernah dikerjakan.

Oleh RM, dana dari APBN maupun APBD Pemkab Gowa itu dibuatkan pertanggungjawaban palsu.

Kasus ini ditangani oleh Polres Gowa yang dibantu Inspektorat Pemkab Gowa selaku APIP (Aparat Petugas Pengawas Intern Pemerintah). Selama 10 bulan, penyidik berhasil menghimpun fakta-fakta hingga ditetapkan ketiga tersangka tersebut.

Hasil audit dari APIP menemukan bahwa ada pembangunan sarana dan prasarana yang tidak sesuai sebesar Rp 235.293.849. APIP juga menapatkan bukti uang Rp 187.833.000 di rekening bendahara desa, utang pajak yang belum dibayar sebesar Rp 14.033.650.

Ada pula pertanggungjawaban dari proyek fiktif sebanyak Rp 336.497.480. Total kerugian negara diperkirakan Rp 773.657.987.

Polisi menyita 71 barang bukti, antara lain berupa dua rekening koran Desa Tinggimae dan APBD, laporan realisasi APBD 2016-2017, 11 buah stempel, 9 buku tabungan, dan 4 lembar kuitansi serta 2 lembar slip setoran.

Kemudian 1 unit laptop Lenovo, 1 unit komputer Lenovo, 1 unit printer, 8 blok nota kosong, dan 4 buku catatan pengeluaran dan pemasukan.

Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 2 subs Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 20 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top