Surabaya

Jalan Gubeng Amblas Karena Kesalahan Teknis Proyek RS Siloam

publicanews - berita politik & hukumKondisi tanah amblas di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/12) malam, sedalam 20 meter dengan lebar 30 meter. (Foto: Antara).
PUBLICANEWS, Surabaya - Walikota Surabaya Tri Rismaharini meninjau lokasi amblasnya Jalan Gubeng, Surabaya, Selasa (18/12) malam lalu. Jalan yang amblas itu berada di depan kompleks mal dan Rumah Sakit Siloam yang sedang dibangun.

Risma tiba di sisi selatan lokasi Jalan Raya Gubeng pada Kamis (20/12) sekitar pukul 08.48 WIB. Ia mengenakan sweater cokelat muda dan rok hitam.

Setelah itu, perempuan Walikota pertama di Surabaya tersebut langsung masuk ke kantor sebuah media untuk mengambil bagian dalam rapat tertutup bersama Wakil Walikota, Kapolda Jatim, Wakapolda Jatim, dan Kapolrestabes Surabaya.

Rapat tertutup berlangsung hingga pukul 09.30 WIB. Saat keluar, ia enggan menjawab pertanyaan media yang menunggunya.

"Aku tak belajar jalan ini," ujar Risma sembari menuju mobilnya di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis (20/12). Ia langsung meninggalkan lokasi tanpa meninjau lebih dekat ke sisi jalan yang ambles tersebut.

Menurut Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, amblesnya tanah di Jalan Raya Gubeng diduga karena ada kesalahan teknis dalam pelaksanaan proyek pembangunan basement RS Siloam yang tengah berlangsung.

"Dugaan kuat kami bahwa ada kesalahan teknis akibat dari pembangunan yang dilakukan oleh Rumah Sakit S yang membangun 3 lantai ke bawah, yaitu basement," ujar Luki Hermawan di kantornya.

Kesimpulan ini didasarkan pada hasil gelar perkara dan olah TKP oleh tim Labfor Polda Jatim dan Mabes Polri serta tim Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT).

Luki menjelaskan, tim juga mendapatkan fakta mengejutkan tentang adanya rencana pembangunan mal yang masih satu lokasi dengan proyek pembangunan basement RS Siloam.

"Jadi dari yang awalnya izinnya 11 lantai ada tambahan 26 lantai. Dari sini akan kita dalami terkait perizinannya," ia menambahkan.

Polda Jatim akan memeriksa perusahaan yang bersinggungan langsung dengan pembangunan basement tersebut. "Nanti ada beberapa undang-undang masalah bangunan, masalah kontruksi, akan kita perdalam lagi," Luki menandaskan.

Kemarin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya Eri Cahyadi telah mengecek lokasi. Ia menyatakan telah terjadi kesalahan konstruksi pembangunan basement RS Siloam tiga lantai.

Menurutnya, amblasnya Jalan Raya Gubeng karena collapse atau runtuhnya tembok penahan tanah pada proyek pembangunan rumah sakit milik Lippo Group itu.

"Kalau melihat bentuk keruntuhan tembok penahan tanah yang ada karena disebabkan pentahapan pelaksanaannya tidak mengikuti prosedur," kata Eri di Surabata. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top