Kriminalitas Gowa

Berniat Shalat Tahajud, Mahasiswa Tewas Diamuk Warga

publicanews - berita politik & hukumPara pelaku pengeroyokan Muhammad Khaeril, mahasiswa UIT asal Selayar. (Foto: rakyatku)
PUBLICANEWS, Makassar - Mahasiswa Univeritas Indonesia Timur Makassar Muhammad Khaidir tewas diamuk warga. Niatnya untuk shalat tahajud di masjid berujung maut. Khaidir dianiaya karena disangka sebagai pencuri.

Kejadian pemukulan bertubi-tubi menggunakan balok kayu membuat Khaidir tersungkur hingga tewas di dalam Masjid Nurul Yasin, Jalan Poros Limbung, Kampung Jatia, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (10/12) dini hari.

Sunarty, kakak pemuda 23 tahun tersebut, menuturkan berdasar hasil autopsi RS Bhayangkara Polda Sulsel, Khaidir tewas akibat sejumlah luka di tubuhnya.

Mata kanannya memar akibat benda tumpul. Bagian belakang kepala robek serta pembuluh darah kepalanya pecah.

Pipi, alis, dan daun telinga kanan luka robek. Rahang bawah patah. Telapak tangan memar. Luka juga terjadi di betis kanan dan pergelengan tangan krinya robek.

Menurut Sunarty, adiknya dituduh hendak merusak masjid dan melakukan aksi pencurian. "Tapi karena tak ada bukti warga menuduh hendak menghancurkan lemari masjid dan memecah kaligrafi," katanya, Senin (17/12).

Kapolres Gowa Ajun Komisaris Besar Shinto Silitonga menceritakan kronologis penganiayaan yang membuat korban hingga tewas. Semula korban berniat untuk shalat tahajud.

Ketika sampai di masjid, korban mendapati pintu gerbang terkunci. Ia pun mendatang rumah YDS untuk minta dibukakan gerbang. "Tapi ketukan korban ke rumah YDS membuat salah sangka," ujar Shinto dalam rilisnya, Senin siang ini.

YDS mengira kedatangan korban bukan berniat baik. Ia pun segan membuka pintu. Tetapi, ia melalui pintu lain mendahului Khaidir menuju masjid.

YDS mengadu ke marbot masjid RDN. Ia mengatakan didatangi seseorang yang tak bermaksud baik. "Informasi dari YDS itu diumumkan melalui pelantang suara masjid seperti ada maling di masjid," Shinto menambahkan.

Warga pun berdatangan. Korban yang sudah berada di masjid langsung dihajar warga. Khaidir yang tinggal di Dusun Manarai, Kelurahan Bonto Bosuru, Kecamatan Bontoharu, Kebupaten Selayar, tewas di lokasi kejadian.

Polisi telah menetapkan 10 orang tersangka yaitu DN (47), ASW (26), HST (18), IDK (52), SDS (53), INA (24) YDS (49) dan tiga saksi yang kemudian turut dijadikan tersangka HDL (54), LN (16), serta ICZ (17).

Para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke-3e KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap orang yang akibatkan meninggal dunia, ancaman hukuman 12 tahun penjara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top