Bandung

LGBT Marak, Murid MTs Al Marwah Dilarang Bawa Ponsel

publicanews - berita politik & hukumilustrasi
PUBLICANEWS, Pamengpeuk - Maraknya grup media sosial LGBT di Bandung membuat SMK dan Madrasah Tsanawaiyah Al Marwah, Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, melarang siswanya membawa ponsel ke sekolah. Jika ada siswa tertangkap membawa gandget, sekolah akan menyita dan mengambalikannya pada akhir semester.

Kepala Sekolah SMK Al Marwah, Ahmad Sofwan, dalam seminar mengenai bahaya narkoba dan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (GBT) di sekolahnya, Senin (17/12), mengatakan akses internet di sekolah sangat mudah. Sekolah tidak bisa menjamin para siswa menggunakan internet yang sehat.

"Kami tidak bisa menjamin bahwa anak-anak ini bisa bertanggungjawab dalam penggunaan internet melalui hape," ujar Sofwan. "Makanya kami menyediakan komputer di sekolah untuk kebutuhan internet siswa," ia menambahkan.

Perilaku LGBT, menurut Sofwan, sama bahayanya dengan pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. LGBT dapat berdampak secara masif terhadap perkembangan psikis generasi muda.

Ia menegaskan, semua tanggung jawab tidak bisa dibebankan kepada sekolah. Perlu adanya satgas khusus gabungan dari sekolah, orang tua, dan polisi untuk mengawasi siswa.

"Agar memberikan wawasan dan pencerahan akan bahaya perilaku LGBT dan narkoba," katanya.

Sebelumnya, Walikota Bandung Oded Mohamad Danial mengaku resah jumlah LGBT di Kota Bandung ada 31 ribu orang. Oleh karena itu, ia menggandeng polisi melakukan penelusuran lebih lanjut terkait data tersebut

"Makanya kemarin saya sudah kordinasi dengan unsur Forkopinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah)," Oded menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top