Napiter Bom Panci Abu Umar Tewas Serangan Jantung

publicanews - berita politik & hukumNapi kasus terorisme Wawan Prasetyawan alias Abu Umar bin Sakiman dimakamkan di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Cilacap - Narapidana terorisme Wawan Prasetyawan alias Abu Umar bin Sakiman dinyatakan meninggal dunia akibat sakit jantung di RSUD Cilacap, Minggu (16/12) malam.

"Iya meninggal sekitar jam 19.30 WIB karena sakit jantung, iya (Wawan)," kata Kalapas Batu, sekaligus koordinator Lapas se-Nusakambangan Hendra Eka Putranto kepada wartawan, Senin (17/12).

Napi penghuni Lapas Kelas I Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap itu sebelumnya sudah terus mengeluh sakit sejak Sabtu (15/12). Pihak lapas pun ambil tindakan membawa Wawan ke RSUD Cilacap.

Minggu paginya, napi terorisme bom panci itu kembali mengeluh sakit pada lambungnya. Pihak lapas akhirnya menghubungi keluarga Wawan yang ada di Klaten untuk datang.

"Kita juga hubungi Densus 88, jadi secara prosedural sudah kita jalani," ujarnya.

Menurut Hendra, tak ada indikasi awal bahwa yang bersangkutan sebelumnya mengidap penyakit jantung. Sejak adanya keluhan, Wawan langsung ditangani tim dokter. Jadi, Wawan hanya menjalani perawatan selama sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir.

"Diagnosa dokter, Wawan ada riwayat penyakit paru-paru basah juga," Hendra menuturkan.

Jenazah anggota Bahrun Naim ini dipulangkan ke Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, melalui jalur darat. Jenazah diserahterimakan oleh petugas LP Batu, Ahmad Bukhori kepada kakak kandung Wawan, Wiranto, Senin dinihari. Jenazah Wawan dimakamkan pukul 11.00 WIB di pemakaman umum desa setempat.

"Setelah dinyatakan meninggal langsung dibawa ke Klaten jam 02.30 WIB. Keluarganya juga sudah menyusul," ia menjelaskan.

Selama menjalani masa hukuman, Wawan tak terlihat menderita penyakit lain. Dia bersama 54 napi teroris lainnya mendekam di Lapas Batu dengan sistem pengamanan ekstra.

Diketahui, Wawan terlibat dalam jaringan teroris M Nur, ketua jaringan yang berafiliasi kepada Bahrun Naim, pejuang ISIS asal Indonesia. Wawan ditangkap di rumahnya, Klaten, pada 11 Desember 2016 lalu.

Wawan terlibat dalam rencana bom bunuh diri di lingkungan Istana Kepresidenan. Ia berperan menyimpan bahan peledak dan komponen pembuatan bom di Bekasi.

Saat itu Densus 88 mengamankan bom panci yang mereka rakit. Dalam pengadilan, Wawan divonis bersalah dan dikenakan hukuman penjara 6 tahun. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top