Terlalu Kecil, Keluarga Korban KKB Tolak Uang Ganti Rugi

publicanews - berita politik & hukumKeluarga korban dari penembakan KKB yang mencari kepastian keberadaan jasad para pekerja PT Istaka Karya. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Timika - Keluarga korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menolak uang santunan dari PT Istaka Karya. Hal ini dipicu karena ketidaksesuaian uang yang diberikan, yakni Rp 24 juta per korban.

Negosiasi sempat berjalan alot hingga tadi siang, bertempat di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Kabupaten Mimika, Papua. Keluarga korban pun mengamuk.

Mereka menganggap nilai santunan terlalu kecil. Namun, manajemen BUMN bidang infrastruktur itu punya alasan lain, bahwa peristiwa tewasnya para pekerja bukan masuk kategori kecelakaan kerja. Peristiwa itu terjadi saat mereka sedang libur.

Adu mulut tak terelakan. Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Papua Osman Marbun mengungkapkan, uang santunan sudah termasuk pengambilan 'barang' jenazah dari dalam hutan.

"Itu bukan barang, itu manusia. Kenapa kau bilang itu berbeda?" kata salah satu keluarga korban, Samuel, seperti dilansir dari Antara.

Adapun rincian yang ditawarkan perusahaan proyek Trans Papua itu meliputi biaya duka Rp 16,2 juta, santunan Rp 4,8 juta, dan biaya penggantian pemakaman Rp 3 juta.

Keluarga korban semakin tidak terima dengan ucapan Osman karena menyebut jenazah dengan kata 'barang'. Akhirnya, Osman dibawa keluar dari lokasi negosiasi yang berlangsung dua jam itu.

Diketahui, pada Minggu (2/12), sebanyak 31 pekerja PT Istaka Karya meninggal ditembaki secara brutal oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya. Mereka adalah pekerja proyek jembatan Kali Yigi-Kali Aurak di Kabupaten Nduga. Total ada 35 jembatan yang dibangun di Jalan Trans Papua. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top