Kriminalitas Tengerang

Geng 'Katak Beracun' Tewaskan Satu Remaja dalam Tawuran di Bintaro

publicanews - berita politik & hukumKapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan merilis kasus tawuran geng Perguruan Katak Beracun di Mapolres Tangerang, Jumat (7/12). (Foto: Jaisy Rahman Tohir)
PUBLICANEWS, Tangerang - Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan merilis kasus tawuran geng 'Perguruan Katak Beracun' yang menyebabkan satu remaja tewas dan tiga luka parah dari kelompok Ciledug. Polisi membekuk kelompok yang terdiri dari dua orang dewasa dan tujuh remaja di bawah umur.

"Jadi perkumpulan tersangka yang ada di belakang kita ini yang berasal dari Ciputat dan Pondok Aren ini menamakan dirinya perkumpulan Katak Beracun," kata Ferdy di Mapolres Tangerang, Banten, Jumat (7/12).

Menurut Ferdy, dalam aksi tawuran mereka berhadapan dengan kelompok dari Ciledug. "Mereka janjian bertemu di Jalan Raya Bintaro, Pondok Aren," ujarnya. .

Pada Minggu (2/12) subuh, kedua kelompok bertemua di lokasi Jalan Bintaro Utama sektor III, Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Terjadi saling tantang hingga tawuran.

Dalam tawuran dengan senjata tajam itu, AS dari Ciledug tewas di tempat akibat luka bacok di sekujur tubuhnya. Tiga remaja lainnya, yakni AIM, SDMP, dan SR terkapar di jalanan. Ketiganya kemudian dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan rekan-rekan mereka kabur.

Usai tawuran, kelompok Katak Beracun meninggalkan para korban sambil merampas motor dan telepon genggam korban.

Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian menangkap 9 tersangka. Mereka adalah MSBI, RD, S, BKA, WTP, SN, MY, AFB, dan DMI. Tersangka pembacok adalah Ahmad Fauzi (AFB) dan Deni Malik (DMI), keduanya berusia dewasa. Sedangkan B dan T dinyatakan buron.

Fauzi yang diberi kesempatan berbicara mengaku menyesal telah melakukan tawuran dan menimbulkan korban meninggal. Ketika diminta menyebut kelompoknya, ia menyebut Perguruan Katak Beracun. Polisi masih mendalami keberadaan kelompok yang mengklaim sebagai perguruan itu.

Para tersangka akan dijerat Pasal 365 KUHPidana ayat 3, dan atau Pasal 170 ayat (2) ke-3 dan atau Pasal 338 dan atau 351 ayat (3) jo Pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top