Koalisi Buruh Dukung Kartu Pekerja Jakarta

publicanews - berita politik & hukumKoalisi buruh menggelar dialog pasca Penetapan UMP 2019 di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara, Kamis (6/12). (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Buruh dari Koalisi Buruh se-Jakarta merespon dikeluarkannya Kartu Pekerja oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Koalisi 13 federasi itu mendukung kartu yang diniatkan sebagai upaya menyejahterakan buruh tersebut.

Wakil Ketua Koalisi Buruh Jakarta Jayadi dalam dialog di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara, Kamis (6/12), menyatakan program tersebut diharapkan lebih membuat buruh sejahtera.

"Sampai batas itu kondisi Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta sebenarnya masih pada posisi kondusif," ujar Jayadi.

Koalisi ini terdiri atas FSPMI DKI Jakarta, FSP LEM SPSI DKI Jakarta, ASPEK Indonesia DKI Jakarta, SPN DKI Jakarta, FSP KEP KSPI, Forum Guru Tenaga Honorer dan Swasta. Kemudian FSP FARKES Reformasi DKI Jakarta, SP PPMI KSPI, FSP Pariwisata Reformasi, FSPASI, FSUI, dan SPOI.

Kepolisian mempersilakan para buruh ingin menyampaikan aspirasi soal penetapan UMP yang baru, sekaligus hadirnya Kartu Pekerja dari Pemprov DKI.

"Kami sebagai penegak hukum, meminta aksi dilakukan secara santun dan bertanggung jawab," kata Kepala Unit Perburuhan, Direktorat Sosial Budaya Badan Intelijen dan Keamanan Polri AKBP Suwandi.

Sejauh ini, menurut Suwandi, menjelang dan paska penetapan UMP DKI 2019, situasi masih relatif kondusif. Hal ini karena kesadaran massa buruh yang terkoordinir dengan baik.

"Saya hanya berharap lahirnya Kartu Pekerja akan menjawab semua permasalahan (ekonomi buruh)," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top