Polisi Tetapkan Bahar bin Smith Tersangka Ujaran Kebencian

publicanews - berita politik & hukumUstad Bahar bin Smith saat tiba di Bareskrim Polri sebagai saksi kasus hate speech, Kamis (6/12) siang. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pengacara Ustad Bahar bin Smith, Aziz Yanuar, mengatakan kliennya sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian di media elektronik.

"Beliau sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Azis di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

Menurut Aziz, penetapan tersangka ini terkait sangkaan pasal 4 b butir kedua UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Diskriminasi Ras dan Etnis.

"Nanti akan diskusi lagi ya sama timnya, untuk menyikapi status tersangka," Aziz menambahkan.

Mengenai ceramah kliennya yang dipersoalkan, menurut Aziz isi ceramah Bahar kebanyakan berisi majas. "Tadi sudah dibantah sama Habib soal hate speech, bahwa keterangan-keterangan terkait hate spech itu mayoritas berisi majas. Habib mengisi ceramah itu mengandung unsur keagamaan, unsur agama Islam, dan harus dilihat dari agama Islam kan," ia menjelaskan.

Ustad Bahar menyampaikan pernyataan serupa saat diperiksa penyidik Bareskrim Polri dengan membawa buku mengenai majas-majas.

Aziz menegaskan bahwa isi ceramah Bahar juga tidak 'menyerang' kelompok tertentu seperti yang dituduhkan. Dalam majas, ia menambahkan, untuk menggambarkan orang yang tidak berani menghadapi sesuatu maka kita bilang banci.

"Itu maksudnya," Aziz menegaskan.

Bahar datang ke Bareskrim pada Kamis (6/12) pukul 11.25 WIB. Ia dipanggil sebagai saksi kasus yang sudah ditingkatkan ke penyidikan. 

Ia lebih dulu keluar dari gedung Bareskrim sebelum tim kuasa hukum setelah diperiksa 10 jam lebih. Namun kepulangan Habib Bahar dari Bareskrim tidak terpantau wartawan. (M-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top