Endorse Kosmetik Oplosan, Polisi Panggil Via Vallen dan Nia Ramadhani

publicanews - berita politik & hukumVia Vallen, satu dari tujuh artis yang turut mempromosikan kosmetik oplosan DSC. (Foto: Instagram/@viavallen)
PUBLICANEWS, Surabaya - Penyidik Polda Jawa Timur akan memanggil enam artis dan satu Disc Jockey (DJ) yang turut mempromosikan (endorse) kosmetik ilegal Derma Skin Care (DSC). Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi tersangka KIL.

"Iya, nantinya mereka (7 artis) akan kita panggil, sekarang belum," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Barung Mangera di kantornya, Kamis (6/12).

Kabarnya, diantara tujuh artis tersebut terdapat nama pedangdut Via Vallen, pesinetron Nia Ramadhani, dan pedangdut Nella Kharisma. Kemudian OR, MP, DK, dan DJ berinisial B. Tapi belum ada konfirmasi dari yang bersangkutan.

Kemungkinan pemanggilan terhadap ketujuh artis tersebut dilakukan dalam tujuh hari ke depan guna memenuhi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) KIL.

"Minggu depan akan kita panggil, ada Via Vallen dan Nia Ramadhani," ujar Frans Berung.

Enam Artis Dangdut Endorse Komestik Ilegal

Kasus kosmetik oplosan ini dilaporkan oleh pemakainya ke Polda Jatim. Mereka semula tidak curiga saat membeli produk tersebut lantaran diklaim sudah teruji oleh ketujuh artis.

"Memang pemasarannya ada yang endorse dari tujuh artis terkenal," Frans menambahkan.

Pemanggilan, kata Frans Barung, tidak sekaligus melainkan secara berskala. Berdasarkan agenda pemeriksaan, Via dan Nella akan menjadi artis pertama yang diperiksa.

Materi pemeriksaan nantinya tidak lepas dari regulasi lantaran DSC belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan dan BPOM. "Apakah artis-artis ini tahu kosmetik itu tidak berizin," kata Frans.

Ketujuh artis tersebut mempromosikan produk DSC Beauty lewat akun instagram. Kabarnya, KIL membayar para artis tersebut Rp 7 juta-Rp 15 juta per bulan.

Produk tersebut dibanderol mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 500 ribu per paket. Dalam sebulan, tersangka KIL bisa menjual 750 paket dengan total omzet sekitar Rp 300 juta. Wilayah penjualannya mulai dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, hingga Makassar.

Diduga bahan yang digunakan merupakan campuran dari sejumlah merek terkenal. Misalnya, Marcks Beauty Powder, Mustika Ratu, Sabun Papaya, Viva Lotion, Vasseline hingga Salep Sriti, dan lainnya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top