Kapolda Metro: Jangan Ada Polisi Pose Satu atau Dua Jari

publicanews - berita politik & hukumKapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis. (Foto: Publicanews/Dok).
PUBLICANEWS, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis melakukan kunjungan ke Polres Metro Jakarta Utara. Dalam kunjungan tersebut Idham memberi pengarahan kepada para perwira untuk menjaga netralitas menjelang Pilpres 2019.

"Pesan saya hanya satu, kita anggota Polri harus netral dalam Pilpres dan Pileg 2019. Netralitas Polri tidak boleh ditawar-tawar. Bhayangkari kita boleh memilih, tapi kalau yang Bhayangkari-nya Polwan, enggak boleh," kata Idham kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jakarta Utara, Rabu (5/12).

Idham menegaskan seluruh jajaran kepolisian tidak ikut campur dalam kampanye dan ikut mendukung kegiatan kampanye capres atau caleg. 

"Saya meminta juga para anggota para perwira, para pejabat utamanya di Polres, ini untuk adik-adik Kapolres yang lain, juga betul-betul ingatkan anggotanya. Jangan sampai nanti ada anggota PMJ yang ikut-ikutan tidak netral, baik kepada caleg maupun kepada kampanye Pilpres," Idham menjelaskan.

Idham juga meminta para anggotanya itu untuk berhati-hati melakukan pose saat berfoto.

"Enggak usah begini (memeragakan satu jari), enggak usah begini (dua jari). Sudah begini saja (salam komando). Jadi, salam komando saja," ujar Idham.

Idham menjelaskan kalau ada anggotanya yang berpose yang menujukan simbol salah satu calon maka institusinya akan di-bully oleh masyarakat melalui media sosial.

Selain itu, Idham mengingatkan jajarannya tidak tersangkut masalah dengan narkotika.

"Kalau ada anak buahmu yang pakai narkoba enggak usah lihat kiri kanan, pecat. Siapa pun dia itu. Kalau hukuman sipil yang pakai narkoba itu bisa sampai 10 tahun, kalau polisi yang tahu aturan main, harusnya dia dihukum mati," Idham menegaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top