Kriminalitas Sulsel

Penggembala Sapi Bunuh Teman Karena Tolak Disodomi

publicanews - berita politik & hukumMayat penggembala sapi Fatir (15) yang dibunuh Aso alias Pe'lo (19) di Desa Bontoparang, Mangarabombang, Takalar, Sulsel, Sabtu (1/12). (Foto: kabarmakassar.com)
PUBLICANEWS, Takalar - Polisi akhirnya mengungkap motif di balik penggembala sapi Aso alias Pe'lo (19) membunuh temannya Fatir (15) di Desa Bontoparang, Mangarabombang, Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/12).

"Telah ditemukan motif baru dari pengakuan pelaku, yakni dia membunuh korban karena hasrat sodominya ditolak," kata Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah kepada wartawan, Selasa (4/12).

Peristiwa itu terjadi Sabtu pagi. Minggu (2/12), mayatnya ditemukan warga mengapung di sungai. Tubuh korban dipenuhi luka tusukan dan dalam kondisi mengenaskan.

Malam harinya polisi berhasil menangkap pelaku di rumahnya yang tak jauh dari lokasi pembunuhan. Selama tiga hari itu, Aso diperiksa intensif sampai akhirnya mengaku motif sebenarnya.

"Pelaku kalap dan akhirnya membunuh," ujarnya.

Dari pendalaman penyidik, Aso memiliki kelainan seksual, ia sering menyodomi korban yang masih di bawah umur. Namun, polisi belum memastikan jumlah korban yang menjadi mangsanya.

Motif awalnya, Aso tidak terima dengan kata-kata kasar yang terlontar dari mulut korban. Ia kalap dan tega menghabisi nyawa sesama penggembala sapi.

Menurut Gany, kejadiannya saat mereka sedang mengawasi hewan ternak masing-masing di pinggir sungai. Pelaku tiba-tiba mengajak berhubungan badan dengan korban, namun ditolak.

"Korban tak mau melayani, keluar juga juga kata kotor dari mulut korban, pelaku pun kalap. Berkali-kali pelaku menikam dan menusuk korban. Wajah korban juga diinjak-ijak pelaku," ia menjelaskan.

Wajah Fatir robek. Jasadnya dibuang ke sungai. Polisi menyita pisau, sepatu bot, dan jaket pelaku.

Aso dijerat UU Perlindungan Anak No 17 tahun 2016 Pasal 80 tentang pembunuhan dan pasal 81 tindak sodomi dengan ancaman 10 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top