Kriminalitas Papua

Sebelum Serangan KKB, Ada Telepon Gelap ke Manajemen Istaka Karya

publicanews - berita politik & hukumPekerja proyek jembatan PT Istaka Karya yang dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. (Foto: dok Polda Papua)
PUBLICANEWS, Papua - Dua hari sebelum penembakan terhadap 31 pekerja proyek jembatan Trans Papua, Project Manager PT Istika Karya Cahyo menerima telepon gelap. Penelepon diduga dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Ahmad Musthofa Kamal, penelepon menggunakan ponsel yang biasa dipegang oleh Koordinator Lapangan Proyek Pembangunan Jembatan Habema-Mugi, Jhoni. Namun Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan si penelepon.

"Tiba-tiba nomor itu menghubungi Pak Cahyo hari Sabtu (1/12) sekitar pukul 20.30 WIT," kata Musthofa saat dihubungi Publicanews, Selasa (4/12).

Menurut informasi yang diterima polisi, Kamal mengungkapkan, Jhoni sedang melaksanakan pembangunan jembatan di Kali Aurak, Kali Umtlat, Kali Yigi, dan Kali Nigidirik di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Jumat (30/11), Pejabat Pembuat Komitmen Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Papua Monang Tobing sempat mengirim pesan singkat kepada Jhoni.

"Tindakan kepolisian yakni melakukan koordinasi untuk pengecekan tentang informasi tersebut," ujar Musthofa.

Informasi lainnya, Jumat pukul 04.00 WIT terdapat satu mobil truk kabin yang dikendarai MS membawa solar milik PT Istaka Karya di Distrik Yigi. Truk berisi 5 pegawai BUMN Istaka Katya itu tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT.

KKB Papua Tembak Mati 31 Pekerja Jalan Trans Papua

Selanjutnya, Sabtu (1/12) sekitar pukul 02.00 WIT, tercatat dua unit truk kabin menuju Camp Distrik Yigi dengan masing-masing membawa 15 pekerja proyek.

Minggu (2/12) sekitar pukul 20.00 WIT, salah satu mobil kembali ke Wamena. Esok harinya, hanya satu mobil yang kembali dari Wamena ke Distrik Mbua, Kabupaten Nduga. Berdasarkan informasi dari Pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena, mobil satunya belum kembali.

"Satu mobil (Strada) yang membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya sampai saat ini belum kembali ke Wamena," Musthofa menjelaskan.

Oleh karena itu, Senin (2/12) sore, Polri berkoordinasi dengan TNI mencari mobil yang belum pulang tersebut. Pencarian dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP RL Tahapary dari Wamena menuju Distrik Yigi di Kabupaten Nduga.

"Di KM 46, tim (gabungan) bertemu dengan salah satu mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan kepada tim segera balik karena jalan diblokir oleh Kelompok Kriminal Bersenjata," ia menuturkan.

Sebagaimana diberitakan, 24 pekerja ditembak saat mengerjakan proyek jembatan Trans Papua. Sebanyak delapan lainnya lari meminta perlindungan ke rumah anggota DPRD setempat. Namun mereka kemudian dijemput oleh KKB dan dihabisi. Satu orang melarikan diri dan belum diketahui nasibnya.

Menurut laman tribratanews.polri.go.id, para pekerja itu dibunuh karena mengambil foto perayaan HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) oleh KKB tak jauh dari lokasi kejadian.

"Ya, saya terima informasinya seperti itu. Kalau KKB ada melakukan upacara dan salah satu dari pekerja tak sengaja melihatnya dan mengambil foto. Itu membuat mereka marah hingga kelompok ini pun membunuh para pekerja yang ada di kamp," ujar Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Oieter Reba, kemarin. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top