Kriminalitas Surabaya

Ada Satu WN Australia Turut Diamankan dari Asrama Papua

publicanews - berita politik & hukumHarman Ronda Amy, WN Australia yang diamankan polisi dari Asrama Papua di Surabaya. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Surabaya - Polisi turut mengamankan satu perempuan Warga Negara (WN) Australia, Harman Ronda Amy alias Ronda Doggett, di Asrama Mahasiswa Papua Jalan Kalasan, Surabaya, Minggu (2/12). Doggett diamankan bersama 233 mahasiswa Papua yang melakukan aksi menuntut Papua Merdeka.

Polisi bekerja sama dengan Imigrasi memeriksa WNA tersebut. "Karena mereka ini masuk di dalam itu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (2/12).

Pemeriksaan Ronda oleh Imigrasi untuk mengetahui motif dan tujuannya ke Indonesia. Termasuk keabsahan visa atau paspornya.

"Itu kewenangan dari Imigrasi sekaligus memeriksa record daripada yang bersangkutan. Apakah mereka sudah lama dan ada hubungan dengan kelompok di Indonesia," Barung menjelaskan.

Berdasarkan penyelidikan polisi dari akun medsos Ronda, banyak postingan dan foto dukungannya pada gerekan Papua Merdeka.

Polisi Amankan Ratusan Mahasiswa Papua di Surabaya

Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan mengatakan, ke 233 mahasiswa Papua telah dilepaskan setelah menjalani pemeriksaan selama 18 jam.

"Kami melepas ratusan mahasiswa ini untuk kembali ke asrama. Mereka kami kawal dan kami bawa dengan kendaraan polisi," ujar Rudi di depan Asrama Papua Surabaya, Minggu (2/12).

Ia meminta mahasiswa Papua yang sekolah di luar Surabaya segera kembali ke kota masing-masing. Polisi menyediakan kendaraan untuk mengantar mereka Terminal Purabaya-Bungurasih. "Kami memberi waktu 1 jam untuk mengemasi barang bawaannya," Rudi menjelaskan.

Mahasiswa Papua yang datang ini berasal dari beberapa kota, diantaranya Malang, Jember, Yogyakarta, Sidoarjo. dan beberapa kota lainnya.

Sebelumnya ratusan mahasiswa Papua di Surabaya itu merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat di Jalan Pemuda, Sabtu (1/12). Dalam orasinya, mereka menuntut agar rakyat Papua diberi kehendak bebas untuk menentukan nasibnya. Para mahasiswa ini juga sempat membawa atribut Bintang Kejora saat melakukan aksi. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top