Ujaran Kebencian

Ustad Bahar: Demi Allah, Saya Lebih Baik Membusuk di Penjara

publicanews - berita politik & hukumBahar Bin Smith ditangkap saat melakukan sweeping Pads Cafe saat Ramadhan, Juli 2012. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penceramah Ustad Bahar bin Smith didesak untuk meminta maaf karena ceramahnya yang menyebut 'Jokowi kayaknya banci' hingga 'Jokowi haid'.

Menanggapi hal tersebut, Bahar mengaku ceramahnya saat itu terkait aksi 4 November 2016 atau Aksi 411. Ia menilai Jokowi sebagai presiden saat itu tak merespons keresahan umat.

"Saya mengatakan Jokowi presiden banci karena waktu Aksi 411 jutaan umat Islam mendatangi Istana untuk bertemu dengannya untuk meminta keadilan penegakan hukum. Dia sebagai presiden malah lari dari tanggung jawab dan lebih memilih urusan yang tidak penting daripada jutaan umat Islam yang ingin menemuinya. Malah para habaib, kiai, dan ulama diberondong dengan gas air mata," kata Bahar saat dikonfirmasi oleh wartawan, Sabtu (1/12).

Bahar mengakui dalam ceramahnya ia menyebut Jokowi memberi janji palsu karena tidak bisa membuat seluruh rakyat Indonesia sejahtera. 

"Yang makmur China, Barat, yang makmur perusahaan-perusahaan asing. Kita pribumi Indonesia menjadi budak di negara kita sendiri," Bahar menjelaskan.

Soal ia dilaporkan ke polisi atas ceramahnya, Ustad Bahar menyatakan tak gentar. "Kalau mereka mendesak saya minta maaf maka demi Allah saya lebih baik memilih busuk dalam penjara daripada harus minta maaf," Bahar menegaskan.

Menanggapi penolakan minta maaf oleh Bahar, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, ia meminta Kepilisian secepatnya menangkapnya.

Mengenai tuduhan Jokowi tidak merespon keresahan umat saat Aksi 411, Ngabalin menepis hal tersebut.

"Presiden Jokowi memberi simpati dan kehormatan yang tinggi pada alim ulama, habaib dan ustad. Tapu tidak kepada mereka yang dengan gampang menghujat dan mencaci maki dengan dalil dan alasan apa pun," Ngabalin menandaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top