Kriminalitas Sampang

Polisi Buru Penjual Pistol Pembunuh Anggota PPS Sampang

publicanews - berita politik & hukumKapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman (kanan) mempelrihatkan pistol yang digunakan pelaku untuk menembak petugas PPS Sampang, Madura, Kamis (29/11). (Foto: koranmadura)
PUBLICANEWS, Sampang - Polisi masih mengejar penjual pistol jenis Pietro Barreta kaliber 9mm yang digunakan Idris (35) membunuh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Subaidi (40). Pembunuhan terjadi di Desa Tamberu Timur, Sampang, Jawa Timur, Rabu (21/11).

Dari pengakuan pelaku, polisi sudah mengantongi identitas penjual. Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman menegaskan, penjual pistol HA sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"HA sekarang DPO (daftar pencarian orang) atas kepemilikan awal senpi (senjata api) itu," ujar Budhi kepada wartawan, Jumat (30/11).

Idris membeli pistol dari HA pada Agustus 2018. seharga Rp 5 juta. Pistol tersebut biasa digunakan anggota TNI. Namun polisi belum bisa memastikan keaslian pistol buatan Italia tersebut.

Budhi menjelaskan, pistol Barreta sudah diproduksi di sejumlah negara di Amerika dan Eropa. "Asli atau tidaknya belum pasti. Kami juga meragukan (keaslian) magazinnya," katanya.

Pistol tersbeut digunakan Idris menembak tukang gigi Subaidi tepat di dada, kemudian menembus punggung. Ia lalu kabur.

Subaidi ditolong warga dan dibawa ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Tapi nyawanya tidak tertolong. Idris melarikan diri ke rumah kawannya Jatem dan menitipkan pistol di sana.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ternyata pelaku mengantongi dua jenis pistol saat membunuh korbannya, yakni Barreta dan Pen Gun.

Menurut Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo, motifnya penembakan diduga lantaran penghinaan secara tendensius di Facebook. Korban Subaidi mengunggah video saling tantang terkait Pilpres.

"Itu hanya menyangkut masalah personal saja. Tersinggung dan teragitasi," kata Dedi, kemarin. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top