Kriminalitas Jakarta

Terpengaruh Alkohol, Satpam Coba Perkosa WN Jepang

publicanews - berita politik & hukumRH, pelaku tindak pidana percobaan pemekosaan terhadap perempuan WN Jepang di apartemen kawasan Setiabudi, Jaksel. (Foto: dok. Polda Metro Jaya).
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi menangkap petugas satuan pengamanan RH (28) karena mencoba memperkosa WN Jepang berinisial A (30) di sebuah apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, RH ditangkap tim Ditreskrimum pada Kamis (29/11) di apartemen tempat ia bekerja.

"Jadi setelah korban membuat laporan pada pagi hari, tim langsung bergerak melakukan serangkaian penyelidikan. Kemudian tim ke lokasi dan langsung mengamankan pelaku," ujar Argo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11).

Argo menjelaskan, kejadian itu berlangsung pada Kamis pukul 04.30 WIB. Saat itu korban sedang tidur menggunakan pakaian terbuka dan tidak menutup rapat pintu kamarnya. RH yang sedang patroli tidak sengaja melihat A, lalu terbawa nafsu. "Ia lalu melakukan tindakan asusila itu," Argo menjelaskan.

Beruntung sebelum Satpam RH melakukan aksinya lebih jauh, A terbangun dan berteriak.

"Pelaku kemudian diamankan oleh petugas security yang lain. Kemudian pelaku dijemput oleh anggota polisi setelah korban membuat laporan ke Polda Metro Jaya," Argo menambahkan.

Polisi mengenakan pelanggaran Pasal 285 KUHP juncto Pasal 53, 289, dan 351 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun.

Sementara itu pengacara korban, Rangga Afianto, mengatakan pelaku yang mencoba memperkosa kliennya terpengaruh minuman keras.

"Kalau pengakuan si pelaku, dia lagi mabuk," kata Rangga di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/11).

Ia meminta penjelasan manajemen hotel dan penyedia sekuriti mengenai tindakan tak senonoh tersebut. Menurutnya, kejadian itu akan berimbas terhadap citra kurang baik Indonesia di mata negara lain, apalagi pelaku adalah komandan regu sekuriti.

"Jadi kami menuntut manajemen bertanggung jawab atas hal ini dari manajemen maupun provider sekuritinya," Rangga menegaskan. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top