Kerusuhan LP Lambaro

Sebanyak 20 dari 113 Napi Kabur Sudah Ditangkap

publicanews - berita politik & hukumSebagian napi yang kabur dari Lapas Lambaro, Aceh Besar, pada Kamis (29/11) petang, tertangkap di sekitar rumah penduduk, Jumat (30/11) dini hari. (Foto: Polres Aceh Besar)
PUBLICANEWS, Aceh Besar - Sebanyak 20 dari 113 narapidana yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) kelas II A Lambaro, Aceh Besar, berhasil ditangkap kembali pada Jumat (30/11) dini hari. Mereka lari pada Kamis petang menyusul keributan antarnapi.

Kapolsek Ingin Jaya Iptu Tri Andi Darma mengatakan, dari 20 napi yang berhasil ditangkap, 17 orang sudah dimasukkan kembali ke LP Lambaro. Adapun tiga lainnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Ingin Jaya.

“Para napi yang berhasil kami tangkap ini bersembunyi di rumah warga, di kebun warga, di sawah, dan bahkan ada juga yang berada di atas atap rumah warga di sekitar LP,” ujar Tri Andi, Jumat (30/11) dini hari.

Polisi akan semakin memperluas radius pencarian. Sebagian besar yang kabur adalah napi kasus narkoba. Jajaran Polsek Ingin Jaya mendapat bantuan personel dari Mapolres Aceh Besar dan Mapolda Aceh.

Menurut Wakapolda Aceh Brigjen Supriyanto Tarah, kondisi di LP Lambaro yang berpenghuni 500 napi dan tahanan itu berangsur kondusif. Polisi menempatkan satu peleton anggotanya untuk berjaga di sekitar lapas.

“Kalapas masih terus mengidentifikasi akar persoalan yang terjadi, sementara saat ini kondisi di LP sudah kondusif. Polisi masih terus melakukan pengejaran terhadap napi yang kabur,” kata Supriyanto.

Para napi itu kabur dengan merusak teralis besi jendela menggunakan barbel, sekitar pukul 19.00 WIB. Mereka kemudian lari dari pintu utama. Belum ada penjelasan resmi penyebab kerusuhan antarnapi tersebut.

Awal Januari 2018, juga terjadi keributan hebat di Lapas Lambaro. Para napi membakar ruangan bagian depan lapas, satu unit mobil milik polisi hangus. Sebanyak 11 napi kemudian ditetapkan sebagai tersangka utama kerusuhan. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top