Kriminalitas Pontianak

Polda Kalbar Ungkap Judi Dingdong Beromzet Miliaran Rupiah

publicanews - berita politik & hukumPengukapan pelaku kriminal dalam Operasi Lilin 2018 Polda Kalbar. (Foto: dok. Polda Kalbar)
PUBLICANEWS, Pontianak - Polda Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengungkap praktik perjudian dingdong beromzet miliaran rupiah.

Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono mengatakan, judi merupakan pelanggaran hukum sebagaimana amanat undang-undang.

"Bermain judi bukan merupakan sumber penghasilan, bukan merupakan hiburan, melainkan pelanggaran hukum yang berlaku di Indonesia. Sehingga bila seseorang melakukan praktik perjudian, polisi akan melakukan penegakan hukum sebagaimana undang-undang," ujarnya Didi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/11).

Kasus judi dindong yang diungkap Polda Kalbar pada 22-23 November 2018 ini tersebar di beberapa wilayah, seperti Sambas, Singkawang, Landak, Sintang, dan Bengkayang.

Polisi menetapkan 13 tersangka, mereka adalah pemilik maupun pemain. Barang bukti yang diamankan adalah 94 unit mesin dingdong, 8.649 keping koin, uang tunai Rp 14.229.000, slip setoran bank, dan bon pembayaran.

Menurut polisi, sejak beroperasi 17 Juli 2018, judi dingdong di beberapa lokasi itu memiliki omzet sekitar Rp 1,3 miliar. Adapun para tersangka yang ditahan dikenai pasal tindak pidana perjudian dan tindak pidana pencucian uang.

"Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lain terkait dengan praktik judi dingdong tersebut," Didi menegaskan.

Sementara itu, Polda Kalbar juga melakukan Operasi Liin 2018 menjelang Natal dan Tahun Baru 2019. Dalam operasi ini, polisi menargetkan untuk memberantas kejahatan jalanan seperti premanisme dan pencurian.

"Dari 161 laporan polisi, diamankan 388 orang pelaku kejahatan jalanan, yakni 201 tersangka disidik, sementara 178 pelaku dibina dengan didominasi kejahatan pencurian 141 orang, dan penadah hasil pencurian sebanyak 25 orang," Didi menjelaskan.

Atas upaya menciptakan ketertiban di tengah-tengah masyarakat, Ditreskrimum Polda Kalbar mendapat penghargaan 'Promotor Reward' dari Lembaga Strategis Kajian Kepolisian (Lemkapi). (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top