Satu Terdakwa Pengeroyok Suporter Persija Divonis Bebas

publicanews - berita politik & hukumKelima terdakwa pengeroyok suporter Persija Haringga Sirla dalam sidang vonis di PN Bandung, Selasa (6/11) siang. (Foto: ayobandung)
PUBLICANEWS, Bandung - Satu dari lima terdakwa pengeroyok yang menyebabkan tewasnya suporter Persija Haringga Sirla diputus bebas. Terdakwa yang dibebaskan dari segala tuntutan itu adalah NSF (16).

Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Bandung Suwanto menyatakan terdakwa tidak terbukti bersalah sebagaimana tuntutan Jaksa.

"Memerintahkan anak satu Nazril Satria agar dibebaskan dari tahanan sipir setelah putusan ini diucapkan. Memberikan hak anak Nazril Satria Fadillah bin Engkus Kusnadi dalam kedudukan harkat dan martabat seperti semula," kata hakim Suwanto di ruang sidang anak, Selasa (6/11). Sidang berlangsung terbuka untuk umum.

Sebelumnya, Tim JPU Kejari Bandung yang dipimpin Agus Khausal Alam menuntut NSF hukuman tiga tahun. Atas vonis bebas tersebut, JPU langsung mengajukan banding.

Sidang vonis ini dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pembacaan vonis bagi terdakwa SH (16), TD (17), dan AR (15). Sesi kedua untuk AF (16) dan NSF (16).

SH dan AR dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan TD tiga tahun enam bulan. Sedangan AF diganjar 3 tahun. Keempatnya dinyatakan bersalah melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 tentang pengeroyokan yang menyebabkan meninggalnya orang.

Kuasa hukum NSF, Sapto Johansyah, menyatakan putusan hakim obyektif dan adil. Menurutnya, posisi NSF saat itu tengkurap akibat terdorong massa yang mengeroyok Haringga Sirla. Jadi ia tidak mungkin melakukan tendangan.

"Jatuh posisinya dekat korban waktu itu, ada sekitar dua meter. Tidak kelihatan dia nendang. Pada waktu ditangkap ada intimidasi, kekerasan, disuruh ngaku bahwa paling tidak, dia nendang kaki sekali saja. Itulah yang dijadikan bahan," ujar Sapto seusai sidang.

Sementara itu, kuasa hukum empat terpidana lainnya yang masih di bawah umur, Dadang Sukmawijaya, mengajukan banding. Ia menilai hakim dalam penjatuhan vonis tidak mempertimbangkan Pasal 60 ayat 3 dan 4 sistem peradilan pidana anak.

"Hakim bisa mempertimbangkan hasil penelitian Badan Pemasyarakatan, itu menjadikan alasan dan kalaupun hakim tidak mempertimbangkan maka putusan tersebut batal demi hukum. Itu yang akan saya perjuangkan saat banding nanti," Dadang menegaskan.

Pengeroyokan pendukung Jakmania terjadi di depan gerbang Stadion Bandung Lautan Api pada Minggu (23/9). Haringga dikeroyok oknum bobotoh sebelum laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta. (ian)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top