Polri Minta Kominfo dan BSSN Blokir Akun Penyebar Hoaks

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Jakarta - Polri meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menghapus unggahan hoaks penculikan anak dan video jatuhnya Lion Air JT 610 di media sosial.

"Ada beberapa langkah yang dilakukan oleh Polri dalam mitigasi dan memerangi berita-berita hoaks. Salah satunya melakukan koordinasi dan bersurat ke Kemenkominfo dan BSSN untuk melakukan take down dan pemblokiran akun-akun penyebar hoaks," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Senin (5/11).

Dari sisi pencegahan, ujar Dedi, polisi telah melakukan literasi digital dan edukasi agar masyarakat cerdas dan bijak menggunakan media sosial.

Sementara untuk menciptakan efek jera, Polri memproses hukum para pelaku hoaks karena perbuatan tersebut melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan peraturan hukum lainnya.

"Polri sangat serius memberantas hoaks yang telah meresahkan masyarakat," Dedi menegaskan.

Berdasarkan data sejak Kamis (1/11) hingga Senin (5/11) malam, tercatat ada 12 penyebar hoaks yang diamankan oleh polisi. Rinciannya adalah 11 kasus penyebaran kabar palsu penculikan anak dan satu kasus video palsu jatuhnya Lion Air. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top