Tangerang

Dituntut Rp 2,6 M, Tetangga Gugat Balik Jaksa KPK Rp 2,6 Juta

publicanews - berita politik & hukumTembok pembatas antara rumah Hendra Apriansyah dan Deddy Octo, di Kompleks Modern Hill, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan. (Foto: tribun)
PUBLICANEWS, Tangerang - Perseteruan dua tetangga di Modernhill Cluster, Pamulang, Tangerang Selatan, kian meruncing. Deddy Octo balas menuntut balik atau rekonvensi ganti rugi Rp 2,6 juta. Sebelumnya ia digugat Rp 2,6 miliar oleh pak jaksa.

"Itupun kalau dikabulkan jaksa, uangnya untuk perjamuan warga," kata kuasa hukum Deddy, Jefry Khasogy, kepada wartawan, Jumat (26/10).

Gugatan itu diajukan karena Hendra dianggap telah melakukan tuduhan tidak benar melalui grup WhatsApp. "Klien kami dituduh telah melakukan penyerobotan batas tembok lantai dua," Jefry menjelaskan.

Tudingan melalui media sosial itu juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Minggu (21/10). Jaksa yang berkerja di KPK itu dianggap telah melanggar Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Cekcok kedua tetangga ini berawal dari soal penebangan pohon, yang ditanam Hendra berhimpitan dengan halaman rumah Deddy. Hendra mengetahui pohonnya ditebang saat ia mudik dua minggu di Sumatera Barat, Juni 2018.

Selisih pendapat makin meruncing ketika Deddy membangun pagar tembok untuk menyekat dua rumah cluster itu. Kuasa hukum Hendra beralasan di perumahan itu tak boleh dibangun tembok pemisah antarrumah.

Akibat tembok itu, Hendra menggugat Deddy di PN Tangerang sebesar Rp 2,6 miliar. Uang tersebut sebagai ganti rugi gangguan pemandangan akibat tembok sebesar Rp 200 juta.

Kemudian adanya tembok membuat ketidakpastian hukum perumahan Cluster sehingga menimbulkan kerugian nilai rumah sebesar Rp 300 juta. Ditambah kerugian imateril Rp 2 miliar. Angka itu ditambah biaya operasional dan advokasi Rp 100 juta. Jadilah tuntutan total Rp 2,6 miliar itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top