Evakuasi Korban Gempa Palu Dihentikan Besok, 680 Orang Masih Hilang

publicanews - berita politik & hukumTim SAR evakuasi korban meninggal dunia yang tertimba reruntuhan bangunan di Hotel Roa Roa Kota Palu, Sulteng, Senin (1/10). (Foto: Dok Humas SAR Palu)
PUBLICANEWS, Jakarta - Berdasar pertimbangan medis, psikologi, dan agama, evakuasi korban meninggal gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah akan dihentikan Jumat (12/10) besok.

Dengan demikian, proses pencarian, penyelamatan, dan evakuasi akan berakhir. Jumlah korban yang dinyatakan belum ditemukan hingga saat ini sebanyak 680 orang. Rinciannya adalah di Kota Palu 652 orang, Donggala 14 orang, dan Parigi Mutong 8 orang.

"Besok sudah betul-betul harus berhenti," kata Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Namun, masa tanggap darurat akan diperpanjang 14 hari ke depan, terhitung dari 13 hingga 26 Oktober 2018. Keputusan perpanjangan ini dilakukan setelah rapat koordinasi hari ini.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan.

Permasalahan itu, antara lain, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, perbaikan sarana dan prasarana, pembangunan hunian sementara, penanganan medis, perlindungan sosial, pembersihan puing bangunan, dan lainnya.

Hingga hari ini jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami mencapai 2.071 orang. Mereka ditemukan di Palu sebanyak 1,663 orang, Donggala 171 orang, Sigi 233 orang, Parigi Moutong 15 orang, dan Pasangkayu Sulbar 1 orang.

Korban sebanyak 10.679 orang, terdiri dari 2.549 luka berat yang dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Palu dan luka ringan 8.130 orang.

Jumlah pengungsi tercatat 87.725 orang, terdiri dari 78.994 orang di Sulawesi Tengah yang tersebar di 112 lokasi pengungsian. Sebanyak 8.731 orang keluar Sulawesi Tengah. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top