Gempa dan Tsunami Sulteng

Lapas Maesa Jadi Penampungan Sementara Napi Palu dan Donggala

publicanews - berita politik & hukumLapas Palu yang rusak parah akibat gempa dan tsunami. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Narapidana lembaga pemasyarakatan (Lapas) Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan dipindahkan sementara ke Rutan Maesa. Kedua lapas tersebut rusak berat dan dindingnya roboh akibat gempa dan tsunami lalu.

"Rutan Maesa rencananya akan menjadi penampungan sementara seluruh napi dari Lapas Palu dan Lapas Donggala" kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10).

Kementerian Hukum dan HAM dan Kanwil Sulteng sudah berkoordinasi dengan Polda Sulteng soal untuk menggunakan Rutan Maesa. Personel Polri membantu pengamanan pemindahan napi tersebut.

Menurut Dedi, saat ini masih banyak napi yang belum melaporkan keberadaannya pasca gempa dan tsunami.

"Kepala Lapas Palu menyampaikan pada saat sebelum kejadian, warga binaan berjumlah 561 napi dan semua melarikan diri. Belum kembali atau belum melapor 534 orang dan sudah melapor 27 orang," Dedi menjelaskan.

Di Lapas Donggala, dari 342 warga binaan, sebanyak 293 orang yang melarikan diri belum melapor. Baru 49 napi yang melapor.

"Kepala Rutan Maesa Palu menyampaikan jumlah napi 465 orang dan semua melarikan diri. Belum melapor 333 orang dan sudah melapor 132 orang," Dedi menambahkan. .

Kemudian di Lapas Parigi, sebanyak 76 dari 380 narapidana melarikan diri. Namun belum satu pun yang melapor ke pihak Lapas. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top