Bengkulu

Pemkab Haramkan Pertambangan di Talang Benih

publicanews - berita politik & hukumLokasi pertambangan pasir di Kelurahan Talang Benih, Rejang Lebong, Bengkulu yang ditutup aparat polisi. (Foto: Pedomanbengkulu.com)
PUBLICANEWS, Rejang Lebong - Sebuah proyek tambang pasir di Kelurahan Talang Benih, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, tak mengindahkan penutupan yang dilakukan Pemkab.

Larangan menambang pasir karena area tersebut merupakan kawasan pertanian produktif.

"Saya sudah sampaikan kepada dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi, jika tidak berizin segera ditutup," kata Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi kepada wartawan, Rabu (10/10).

Ahmad telah berkoordinasi dengan aparat untuk segera menindak tegas aktivitas usaha pertambangan ilegal di sejumlah lokasi di Rejang Lebong.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Ordiva memastikan akan menelusuri keberadaan pertambangan ilegal yang masih beroperasi di Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup, yang sempat ditutup pada 2017 lalu.

"Karena memang banyak laporan juga dari warga, adanya tambang di kawasan pertanian warga sangat meresahkan," Ordiva menuturkan.

Rejang Lebong memiliki tanah yang subur, sehingga hasil pertanian padi di sana sangat berkualitas dan beras terkenal sejak lama. Warga mengeluhkan beroperasinya tambang pasir di RT003/006 yang menempati lahan seluar setengah hektar.

Tangguh, salah seorang petani, mengeluhkan setiap hari ada truk pengangkut pasir lalulalang di dekat lokasi pertanian warga. Padahal, lokasi bekas galian tambang itu sempat ditutup polisi tahun 2016.

"Pemilik tambang berasal dari luar daerah, dari Kabupaten Kepahiang," ujar Tangguh.

Jika mengacu pada Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kelurahan Talang Benih dan Rimbo Recap, area tersebut tidak diperbolehkan untuk pertambangan dan properti komersil.

Banyak wilayah pertanian semakin menyusut. Lima tahun terakhir, area pertanian warga sebagian sudah beralih fungsi menjadi kawasan pemukiman.

Sebelumnya, Polres Rejang Lebong sempat mengamankan satu truk pengangkut pasir di kawasan tambang ilegal tersebut. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top