Kriminalitas Malang

Bendahara Puskesmas Kena OTT karena Sunat Honor Pegawai

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Malang - Kholifah (54), Bendahara Puskesmas Karangploso, Malang, Jawa Timur, kena operasi tangkap tangan (OTT). Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jatim menangkapnya pada Jumat (28/9) lalu karena diduga melakukan pemotongan honorarium atas jasa pelayanan biaya kapitasi jaminan kesehatan para PNS ataupun non-PNS puskesmas tersebut.

Bupati Malang Rendra Kresna mengaku geram atas peristiwa tersebut. Ia menilai pemotongan itu tidak memiliki dasar aturan. "Kalau haknya paramedis, ya jangan dikurangi dalam bentuk apa pun karena itu hak atas pelayanan," kata Rendra di Malang, Senin (1/10).

Ia menyebut pemotongan berdalih untuk prasara puskesmas tidak dibenarkan. "Pasalnya, seluruh jenis perbaikan sudah masuk dalam pagu anggaran dalam APBD Kabupaten Malang," Rendra menjelaskan.

Kholifah diduga memotong jasa pelayanan untuk para petugas lapangan Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Bendahara puskesmas tersebut memotong jasa uang pelayanan untuk para dokter, paramedis, dan perawat, dalam persentase tertentu.

Kabid Humas Polda Jatim Kembes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, jumlah uang yang disunat mencapai Rp 198 juta. Pemotongan dilakukan sejak Januari 2018 lalu.

Frans menambahkan, penyerahan uang jasa pelayanan tidak transparan dan akuntabel. Saat dilakukan OTT, polisi menemukan barang bukti 31 amplop berisi uang Rp 75 juta.

Modus yang dilakukan Kholifah yaitu dengan meminta pegawai membuka rekening dan kartu ATM. Ia kemudian mengumpulkan ATM tersebut dan menarik dana yang masuk. Uang tersebut diambil sebagian sebelum diberikan kepada yang berhak.

Meskipun kena OTT, Kholifah tidak ditahan karena dianggap kooperatif. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top