Kriminalitas Surabaya

Penipuan Modus Agensi Model Perkosa Korbannya 4 Kali

publicanews - berita politik & hukum
PUBLICANEWS, Surabaya - Adit (21) warga Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya ditangkap polisi karena melakukan pemerkosaan dengan modus agensi pencari model iklan. Dua korbannya adalah gadis 17 tahun dan 15 tahun.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, pelaku Adit sehari-hari adalah sopir freelance. Ia diringkus ketika berada di rumah saudaranya di Lumajang. 

"Pelaku kami amankan dini hari tadi. Dia tidak melakukan perlawanan saat ditangkap," ujar Agus di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (10/9).

Agus menjelaskan, pelaku melancarakan aksinya dengan memasang iklan di instagram, seolah-olah menjadi fotografer dan sedang mencari model untuk agensi iklan. 

"Setiap hari melalui sarana akun di instagram pelaku selalu memberi pesan melalui direct mesagge (DM) kepada calon model yang ia tawari dengan imbalan Rp 500 ribu hingga 1 juta untuk pemotretan," Agus menjelaskan.

Pada 21 Agustus, korban yang masih berusia 17 tahun dijemput di rumahnya dengan mengunakan mobil. Saat berada di kawasan Kenjeran Park, pelaku melancarakan aksi pemerkosaannya.

"Dari pengakuan korban, saat di Kenpark, korban diancam dan diperkosa sebanyak 4 kali," ujar Agus.

Untuk korban kedua yang masih berumur 15 tahun, modusnya juga sama. Tapi ia belum sempat diperkosa karena melakukan perlawanan. Namun pelaku melakukan kekerasan terhadap korban.

"Barang-barang milik korban juga dirampas dan korban diturunkan di kawasan Jagir, Wonokromo. Bahkan pelaku juga menyiapkan permen stamina untuk melakukan aksinya," Agus menjelaskan.

Kepada polisi, Adit mengaku melakukan aksinya karena ingin memuaskan hasrat pribadinya saat melihat korban.

"Kami periksa handphone korban dan kami temukan handphonenya dipenuhi puluhan film-film dewasa," ujar Agus.

Atas kejahatannya, pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 81, 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top