Jokowi Undang Joni, Pemanjat Tiang Bendera ke Istana

publicanews - berita politik & hukum Johannes Adekalla, bocah heroik pemanjat tiang bendera pada upacara peringatan HUT RI di Attambua, NTT. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Atambua - Aksi heroik Johannes Adekalla (Joni) berbuah manis. Ia dan orangtuanya diundang menjadi tamu kehormatan Panglima TNI dalam pembukaan Asian Games di Gelora Bung Karno. Sabtu pagi ini, Joni dan orangtuanya bertolak ke Jakarta.

Tidak hanya mendapat keistimewaan menyaksikan Asian Games, siswa kelas 7 SMPN 1 Silawan, Atambua, NTT, ini juga akan ke Istana Negara atas undangan Presiden Joko Widodo.

"Ya, berangkat pagi ini," kata Komandan Korem (Danrem) 161 Wira Sakti Teguh Muji Angkasa yang ikut mengantar di Bandara El Tari Kupang, Sabtu (18/8).

Kisah kepahlawanan Joni yang spontan memanjat tiang bendera setinggi 13 meter karena tali pengerek bendera terlepas saat hendak dikibarkan mengundang banyak apresiasi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto selain mengundang Joni menghadiri Asian Games, juga menawarakan beasiswa hingga SMA dan mendapat prioritas masuk TNI. "Setelah lulus SMA akan mendapat prioritas apabila ingin menjadi prajurit TNI," kata Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah dalam risinya, pagi ini.

Hadiah untuk Joni juga datang dari Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali, yang akan memberikan beasiswa pendidikan hingga jenjang S1.

"Mulai saat ini Yohanis menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1," ujar Ali dalam rilisnya, kemarin.

Pujian kepada Joni juga disampaikan Menpora Imam Nahrawi yang juga mengajaknya nonton Asian Games. "Saya akan panggil Joni ke Jakarta. Karena inilah sesungguhnya figur dan idola baru kita," katanya, kemarin.

Seperti diketahui aksi heroik Joni terjadi dalam Upacara HUT Kemerdekaan ke-73 RI di Kecamatan Silawan, Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (17/8) pagi.

Upacara peringatan 17 Agustus itu juga diikuti peserta Diklat Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) di Kabupaten Belu. "Anak kecil itu yang menentukan (berkibarnya) Sang Saka Merah Putih di Atambua. Kalau tidak ada dia mungkin enggak berkibar itu bendera," kata Saud, peserta Sesdilu.

Joni merupakan putra bungsu dari sembilan bersaudara pasangan Victorino Fahik Marschal dan Lorenca Gama. Mereka tinggal di perbatasan NTT dan Timor Leste. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top