Joko Avianto Jawab Soal Seni Bambu Mirip Kecebong

publicanews - berita politik & hukumKarya seniman Joko Avianto bertajuk 'Getah Getih' yang dipajang di Bundaharan HI, Jakarta. (Foto: Twitter/@JsDeyz)
PUBLICANEWS, Jakarta - Karya seniman Joko Avianto bertajuk 'Getah Getih' yang dipajang di Bundaharan HI mendapat respon beragam dari warga. Di luar makna bambu yang penuh filosofi, terdapat pula yang mengomentari mirip kecebong. Bahkan ada yang mencuit mirip orang bercinta.

"Ya masing-masing orang kan punya persepsinya masing-masing," kata Joko saat dihubungi, Jumat (17/8). Ia menilai justru persepsi itu membuka pandangan-pandangan.

"Mampukah netizen membaca obyek itu terserah atau menggabungkan dengan isu-isu perpolitikan juga terserah. Saya lihat share dari teman saya, lucu ya memenya, dan ternyata lucu juga yah," ujarnya.

Karya seni alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) ini di bagian kepala yang terdiri dari tiga bagian dimaknai sebagai bunga matahari mengahdap Patung Selamat Datang, sementara ekor menjulur ke arah ke Sarinah Thamrin.

Mengenai harga produksi yang mencapai Rp 550 juta, Joko mengatakan banyak karya seni yang lebih tinggi harganya hingga miliaran rupiah.

"Mendengar angka, misalnya secara angka Rp 550 juta, itu saja masyarakat sudah kaget. Padahal di bilik-bilik Art Fair Jakarta karya-karya Rp 1 miliar, Rp 2 miliar itu biasa," ia menjelaskan.

Joko mengatakan karyanya memiliki dasar kuat baik dari sudut sejarah, pemikiran tentang ruang, hingga struktur di area publik. "Reputasi saya cukup panjang. Saya enggak mungkin serampangan," ia menambahkan.

Penilaian minor mengenai seni bambu mirip 'kecebong' itu muncul dalam komentar waraganet di laman Instagram Anies Baswedan.

"Sekilas mirip kecebong pak, apa ini monumen khusus kecebong?" tulis warganet @royyan.abduh.

Sementara akun @J2P mencuit seni instalasi tersebut mirip orang bercinta. "Dilihat dari atas sprt lg "Making love." (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top