Gigolo Bandung Diciduk Karena Cabuli Anak di Bawah Umur

publicanews - berita politik & hukumDirektur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana menanyai tersangka FS di Mapolda Jabar, Jumat (10/8). (Foto: iniliah)
PUBLICANEWS, Bandung - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar merilis penangkapan FS (26). Pria gigolo ini diketahui menyebarkan video adegan mesum dengan remaja 13 tahun.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, tersangka menyebar video tindak pidana percabulan dengan remaja perempuan berinisial Gsp. "Tersangka dan korban berkenalan sejak Februari 2018 melalui Facebook dan bertukar nomor telepon," kata Agung di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Jumat (10/8).

FS ditangkap awal pekan ini setelah ada laporan dari orang tua korban. Menurut Agung, berdasar pengakuan tersangka, FS juga menjadi pria bayaran alias gigolo. Wanita yang dilayani berusia di atas 40 tahun.

"Saya sudah 30 lebih meniduri perempuan dengan bayaran Rp 100 ribu hingga Rp 10 juta," kata FS dalam jumpa pers tersebut.

Direktur Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menambahkan, FS telah menjalankan profesi sebagai gigolo sejak usai 15 tahun ketika masih SMP.

"Awalnya dengan teman ibu saya, diajari dan akhirnya keterusan," ujar Umar. Dalam pengakuannya, FS mendapatkan wanita yang bisa dikencani di pusat perbelanjaan di Bandung. "Kalau cari tante-tante mal-mal besar. Saya pakai pakaian rapi, cari tante-tante. Setelah perhatikan dari jauh dan nanti ada kode seperti mengedipkan mata. Nanti nyamperin dan akhirnya ke hotel," ia menambahkan.

Setiap berhubungan dengan pemesannya, FS tidak pernah merekam. Sementara dengan korban Gsp, ia berdalih karena berniat menikahinya. "Kalau merekam baru dengan yang ini saja, karena niatnya menikahi. Sama perempuan lainnya tidak pernah direkam," ujar Fs.

Namun, penagkuan FS hendak menikahi korban diragukan. Pasalnya, sejak awal FS telah mengirimi gambar porno kepada korban, melakukan hubungan intim, dan menyebarkan video rekaman tersebut.

Pemeriksan di ponsel tersangka diektahui adegan pornonya disebarkan ke banyak orang. "Ada perencanaan dan niat sejak awal," kata Umar.

Tersangka dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak dan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top