Sri Mulyani Minta 3 Kontainer Miras Ilegal Dilelang

publicanews - berita politik & hukumMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers soal penyelundupan miras dan rokok ilegal di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Kamis (2/8). (Foto: Kemenkeu)
PUBLICANEWS, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menghadiri pemusnahan barang-barang selundupan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Barang sitaan itu, antara lain, tiga kontainer berisi 50.664 botol miras dan sekitar 30 juta batang rokok ilegal.

Khusus untuk minuman keras beralkohol, Menkue minta untuk dilelang. Ia mengatakan, Kejaksaan dan Pengadilan telah menyetujui gagasan itu.

"Saya minta Direktorat Jenderal Bea Cukai untuk mem-follow up hal tersebut," kata Sri Mulyani pada konferensi pers di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (2/8).

Namun, lelang hanya bisa diikuti perusahaan pemilik izin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai. Dengan demikian, akan membayar semua bea masuk, PPN, PPh pasal 22, dan cukainya.

Dalam kasus penyelundupan miras ini negara dirugikan Rp 57,7 miliar. Perhitungannya, kehilangan Bea Masuk Rp 40,5 miliar, Pajak Pertambahan Nilai Rp 6,7 miliar, Pajak Penghasilan Pasal 22 Rp 5,1 miliar, dan Cukai Rp 5,4 miliar.

Terbongkarnya kasus ini merupakan hasil kerja sama instansi Singapura dan Kantor Bea Cukai Jatim. Miras yang dibawa dalam tiga kontainer itu disamarkan dalam dokumen bebas pajak berupa 780 pak benang polyester oleh importir PT Golden Indah Pratama.

Setelah mendapat informasi dari Singapura, petugas pada 28 Juni 2018 melakukan pemeriksaan dan menemukan 5.626 karton berisi 50.664 botol miras berbagai merek. Total nilai mencapai Rp 27 miliar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca02 Agustus 2018 | 20:15:57

    Tp itu haram ibu....

Back to Top