Polisi Ancam Pidanakan Pengunggah Foto Anak Korban Bom Pasuruan

publicanews - berita politik & hukumPerawat dan UMR, balita korban ledakan bom pasuruan. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Surabaya - Sebuah foto perawat memangku UMR, balita korban ledakan bom di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, viral di media sosial. Polisi mengancam pengunggah foto di Instagram tersebut karena telah mengeksploitasi anak.

"UU Perlindungan Anak melarang itu. Korban bom apalagi anak harus mendapatkan perlindungan secara maksimal," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera di kantornya, Rabu (11/7).

Keterangan dalam dinding Instagram berisi empati kepada korban dan mengecam aksi terorisme. Dalam foto tersebut, wajah balita tampak menghitam diduga akibat terkena ledakan.

Saat ini balita berusia dua tahun empat bulan tersebut masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Jatim dalam keadaan yang terus membaik.

Sementara ibu korban Dina Rohana belum diizinkan menjenguk anaknya. Korban baru diizinkan dibesuk neneknya. Direskrimum Polda Jatim Kombes Agung Yudha Wibowo, Selasa kemarin, menjanjikan akan segera mengizinkan Dina untuk menemui anaknya.

Saat ini, Dina masih menjalani pemeriksaan karena merupakan saksi kunci dalam kasus ledakan bom di rumah yang dikontraknya bersama pelaku sekaligus suaminya di Jalan Pepaya RT 01/01 Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7) sekitar pukul 11.30 WIB.

Sementara itu, polisi masih melakukan pemburuan terhadap tersangka pelaku yaitu Abdullah alias Anwardi yang berhasil kabur usai insiden ledakan bom yang dirakitnya.

Polisi sudah menemukan sepeda motor yang digunakan pelaku tetapi motor tersebut telah digadaikan. Petugas sudah melakukan pengecekan CCTV dari kantor pegadaian.

Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin mengatakan ada pihak yang membantu pelarian pelaku. "Kami terus memburu pelaku. Doakan kami akan terus mengejarnya," katanya, pekan lalu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top