Yogyakarta

Diduga Teroris, Satu Keluarga Pedagang Bakso Diamankan Densus 88

publicanews - berita politik & hukumRumah kontrakan keluarga SFH di Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati Sleman, Yogyakarta, pasca digerebek Tim Densus, Rabu (11/7) pukul 09.00 WIB. (Foto: krjogja)
PUBLICANEWS, Sleman - Tim Densus 88 menggerebek sebuah rumah kontrakan di Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Rabu (11/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

SFH, beserta istri dan ketiga anaknya ditangkap lantaran diduga terlibat jaringan teroris. Meski demikian, polisi belum memberi keterangan resminya.

"Saya baru dengar, nanti (penjelasannya), (informasi) belum lengkap," kata Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri di Mapolda DIY, Sleman, Rabu (11/7).

Dalam penggerebekan tersebut tim Densus 88 dibantu oleh personel Polda DIY.

"Di sini kan ada Satgas (Densus), kerja sama (dengan Polda DIY). Tapi teknisnya nanti, kronologis ke Kabid Humas. Jangan sekarang, nanti malah salah (memberi keterangan)," ujar Dofiri.

Kapolres Sleman AKBP M Firman Lukmanul Hakim yang dimintai konfirmasi membenarkan adanya pasukan Densus 88 menyergap rumah warga asal Tegal, Jawa Tengah, itu.

"Itu dari Densus Mabes langsung yang turun, saya cuma katanya, kan kita tidak tahu. Tadi upacara (HUT Bhayangkara)," kata Firman.

Menurut tetangga terduga, Ridwan Dwi Utomo (22), SFH ditangkap saat berada di depan kontrakan. Saat ditangkap tak ada perlawanan.

Ridwan melihat Tim Densus berpakaian preman, lengkap bersenjata laras panjang, serta penutup wajah atau sebo menggeledah kontrakan itu.

"Saya keluar saja ditanya keperluannya apa dan diminta kembali masuk ke rumah. Setengah jam tadi ada, tidak lama langsung berangkat lagi," ia menambahkan.

SFH baru menempati rumah milik Pramono itu sekitar tiga bulan bersama keluarganya. Sehari-hari ia berjualan bakso tusuk keliling, malam hari dagang martabak mangkal di depan sebuah minimarket kawasan Sumberadi.

Terduga juga dikenal akrab dengan tetangga, sering shalat di mushola. SFH ternyata memiliki dua orang istri yang tinggal di rumah berbeda.

"Anak-anaknya masih kecil dan ada pula yang bayi. Anak-anaknya juga sering bermain bareng di halaman," ujarnya.

Tim Densus 88 menyita satu unit mobil dan motor dari kontrakan tersebut. Ada juga beberapa barang. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top