Pawang Ular Rizky Tewas Dipatuk King Cobra di CFD Palangka Raya

publicanews - berita politik & hukumRizky Achmad bersama ular King Cobra miliknya. (Foto: Facebook)
PUBLICANEWS, Palangka Raya - Pawang ular Rizky Achmad meninggal setelah menjalani perawatan intesif di ruang ICU RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya, Kalteng. Pemuda 19 tahun itu koma setelah dipatuk ular King Cobra pada acara car free day (CFD) Bundaran Besar Palangkaraya, Minggu kemarin.

Kabar meninggalnya warga Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Palangkaraya, Kalteng, itu disampaikan koordinator lapangan Emergency Respons Palangka Raya (ERP) Tommy. "Ya, meninggal pukul 08.30 WIB," kata Tommy, Senin (9/7).

Ia menjadi korban setelah lengannya digigit ular King Cobra peliharaannya sendiri. Diduga, ia lengah saat melayani obrolan pesera CFD. Ular yang mungkin dalam keadaan kruang mood tiba-tiba mematoknya.

"Informasi dari kakaknya, dia lagi membawa ular itu ke car free day, lagi dimain-mainin, ada yang ajak dia ngomong kemudian dia lengah. Ular ini kondisinya nggak mood kayaknya jadi nyerang, matuk," kata Tommy.

Meski dipatok, Rizky masih sempat mengamankan ularnya sebelum ia dilarikan ke rumah sakit.

Rizky merupakan seorang pecinta ular. Ia biasa membawa ular peliharaan seperti piton ke CFD Bundaran Besar. Rizky telah bergaul dengan ular berbisa itu sejak usia 6 tahun.

Melongok akun pribadinya di media sosial seperti Facebook, Rizky menunjukkan rasa sayangnya pada ular berbisa itu.

Karena keahliannya itu, ia kerap diminta untuk menjinakkan reptilia mematikan itu. Pada Mei lalu, misalnya, ia menolong warga Jalan Danau Rangas yang jala di bagian bawah rumahnya terjaring ular King Cobra, saat banjir melanda permukiman bantaran Sungai Kahayan.

Ketika warga ketakutan menangkap binatang sangat berbisa tersebut, Rizki malah dengan tenangnya menangkap binatang buas yang bisa merenggut nyawa itu.

Rizki pernah memberi teknik berhadapan ular yaitu tidak gugup, tidak membuat ular terkejut atau melakukan gerakan spontan yang dianggap mengancam ular.

Di setiap acara car free day, ia kerap menawarkan pengunjung untuk memegang King Cobra yang selain sangar juga mengeluarkan suara mendesis yang menyeramkan bagi kebanyakn orang.

Sadar bahwa hobinya berbahaya, ia menyarankan agar tidak ditiru apalagi bila belum berpengalaman menangani ular mematikan itu.

"Intinya jangan sampa ditiru, walaupun tanpa kandang, saya jamin ular ini tidak akan membahayakan selama di tangan saya, andaikan saya digigit berarti itu akhir hidup saya,” canda Rizki sembari tertawa.

Namun, Minggu kemarin menjadi pertunjukkan terakhir Rizky penyanyang ular itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top