Oknum Pegawai Pajak Babel Peras Wajib Pajak Rp 700 Juta

publicanews - berita politik & hukumKonfrensi pers OTT Pegawai Pajak Pratama Bangka di Mapolda Babel, Senin (16/4). (Foto: Bangka post)
PUBLICANEWS, Bangka Belitung - Ditreskrimum Polda Bangka Belitung (Babel) melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap seorang pegawai kantor Pelayanan Pajak Pratama Bangka bernama Ramli Anwar.

"Tersangka tertangkap tangan usai melakukan transaksi di Jalan Ahmad Yani Kota Pangkalpinang, Senin (9/4), di depan kafe," kata Wadir Kriminal Khusus Polda Babel AKBP Indra Krimayandi di Polda Babel, Senin (16/4) .

Indra menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari laporan seorang wajib pajak yang mengaku diperas oleh Ramli. "Saat hendak diamankan tersangka sempat melarikan diri sehingga terjadilah aksi kejaran-kejaran dengan petugas sampai akhirnya tertangkap berserta barang bukti uang hasil pemerasan," ujar Indra.

Indra mengatakan saat ditangkap Ramli memegang sebuah amplop warna coklat yang berisi uang hasil pemerasan terhadap korban. Amplop tersebut berisi uang Rp 50 juta dalam pecahan Rp 50 ribu. Polisi juga mengamankan 2 unut buah ponsel, kartu kredit, dan kartu ATM.

Modus Ramli adalah menanyakan pajak yang menunggak, dan yang bersangkutan tidak melaporkannya saat ada program pengampunan pajak atau tax amnesty 2016 dan 2017. Rami kemudian menawarkan 'solusi' kepada wajib yang harus membayar kewajibannya hingga Rp 700 juta.

"Tersangka mengaku bisa menunda pembayaran asalkan mau memberikan sejumlah uang. Merasa diperas dan ditekan wajib pajak pun melaporkan kejadian itu ke kita," kata Indra.

Polisi akan menjerat Ramli dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Tipikor dengan ancaman pidana 5 tahun. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top