Sosialita Medan Nova Zein Ngamuk Jadi Tersangka TPPU

publicanews - berita politik & hukumSosialita Noza Zein (kiri) menjadi tersangka TPPU. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Medan - Sosialita terkemukan Kota Medan, Noza Zein, mengamuk di ruang Ditreskrimum Polda Sumut. Pendiri Sumatera Woman Foaundation (SWF) itu tidak diterima dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Bapak tanya dong uangnya kemana? kemana uang mobil yang dijual. Jangan begitu. Saya juga punya hak asasi manusia," kata Nova, sambil membentak di ruang Ditreskrimum Polda Sumut, Selasa (13/3).

Direktrur Reskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian sempat mempertanyakan apakah hal itu sudah dituangkan dalam BAP. Nova pun dengan tegas mengatakan sudah disampaikan uang tersebut kembali ke pemilik unit.

"Udah, kenapa nggak Bapak sampaikan ke media? Jangan gitu pak. Saya juga punyak hak asasi manusia," ujarnya.

Sambil melepaskan kemeja tahanan, Nova menantang polisi untuk membuka pangkal kasus penggelepan tersebut. Ia menuntut polisi untuk proporsional dengan menanyakan ke pemilik unit mendapat uang hasil penjualan mobil yang dilakukannya atau tidak.

"Jangan bapak bilang TPPU. Saya tersangka pak. Saya punya harga diri. Jangan gara-gara jabatan Bapak semua yang kena di sini. Mentang-mentang bapak Polisi. Biar dijelasin ke wartawan, uangnya ke mana? Ke pemilik unit. Biar tahu," katanya dengan nada tinggi.

Menurut Andi Rian, Nova bersama jaringannya menjadi tersangka atas 10 laporan penggelapan mobil mewah. Dalam kasus ini polisi mengamankan 8 tersangka, dua diantaranya anggota Polri, yaitu AN personel Bidang Propam Polda Aceh dan NO anggota Polres Sergai.

Kasus penggelapan mobil terjadi di Medan dan Aceh. Hasil penyelidikan tersangka menyalurkan sekitar 30 unit mobil mewah, sementara di Aceh sebanyak 18 unit. Nova Zein ditangkap Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Poldasu, Jumat (9/2).

Noza melalui organisasi perwakilan kesetaraan gender SWF itu mengajak korbannya berinvestasi bisnis rental mobil. Menurut polisi, di balik itu muncul modus penipuan dan penggelapan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top