Polisi Kejar Otak Pencatut Kapolri dalam Undian Berhadiah

publicanews - berita politik & hukumBarang bukti penipuan undian berhadiah dengan mencatut nama Kapolri. (Foto: Unit Jatanras Polda Metro Jaya)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polisi masih terus memburu dua pelaku pencatutan nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam undian berhadiah online. Keduanya adalah Imran dan Ulla.

Kasus ini merupakan pengembangan dari penangkapan terhadap tiga tersangka sebelumnya, yakni Tajuddin (24), Asriyadi (30), dan Mabrur (21) oleh Polda Sulawesi Selatan dan Polda Metro Jaya awal Maret.

Imran diduga membantu ketiga pelaku mengirimkan pesan kepada para korbannya melalui nomor handphone yang mereka dapat secara acak, seolah penerima pesan mendapat hadiah.

"Pelaku memanfaatkan aplikasi Friend Search For WhatsApp, mencari nomor-nomor secara acak memakai aplikasi WA," kata Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian di kantornya, Selasa (13/3).

Adapun Ulla, penyidik menduga ia merupakan pelaku utama pembuat puluhan blogspot undian palsu tersebut. Ulla pula juga yang membuat penawaran barang-barang dagangan fiktif.

"Otak dalam kegiatan tersebut adalah Ulla yang masih dalam pengejaran kami juga. Jadi ada dua orang yang kami buru saat ini," Jerry menambahkan.

Catut Nama Kapolri Untuk Undian Online, 3 Pelaku Ditangkap

Menurut Jerry, dari penangkapan Tajudin polisi mendapat informasi ada kelompok lain yang melakukan peniouan dengan modus serupa.

Ketiga pelaku tidak hanya dijerat undang-undang ITE, melainkan juga Undang-undang penyalahgunaan narkoba. "Karena saat ditangkap kami menemukan sisa pemakaian sabu dan semua pelaku mengkonsumsi sabu," ujarnya.

Polisi menangkap Tajuddin, Asriyadi, dan Mabrur pada 3 Maret lalu di Desa Lautang, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulsel. Barang bukti yang disita adalah uang tunai Rp 5 juta, lima unit laptop, delapan modem, 31 HP, 10 simcard, empat kartu ATM, dan sebuah dompet. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top