Gabungan Ormas Islam Deklarasikan Masyarakat Antihoaks

publicanews - berita politik & hukumOrmas-ormas Islam yang tergabung di LPOI deklarasi masyarakat antihoaks. (Foto: Publicanews/Putra)
PUBLICANEWS, Jakarta - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), yang merupakan gabungan dari berbagai ormas islam, mendeklarasikan diri sebagai masyarakat antihoaks. Mereka juga mendesak Polri mengusut tuntas aktor di balik penyebaran kabar palsu.

Deklarasi tersebut digelar di Sekretariat LPOI, Jalan Kramat VI Nomor 14A, Jakarta Pusat, Jumat (9/3).

"Akhir-akhir ini kita disibukkan dengan tsunami hoax dan fitnah adu domba, kebohongan, provokasi dari orang-orang tertentu yang hal itu bisa memecah belah, apalagi atas nama agama Islam. Alquran melarang satu sama lain saling menghina. Menyebarkan bohong itu adalah larangan," kata Ketua LPOI KH Said Aqil Siroj.

Said, yang juga Ketua PBNU, berpesan agar tidak mematuhi orang-orang yang suka bersumpah dan menghina karena dalam Islam menyampaikan hoaks itu sama saja dengan berbohong.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk membuka Alquran, Surat Al-Qalam ayat 10-13. Dalam ayat itu sudah ada pedoman untuk tidak menyebarkan kebohongan dan fitnah.

Dalam deklarasi tersebut, ada sembilan poin pernyataan yakni:

1. Mengimbau semua warga negara Indonesia menggunakan medsos untuk hal-hal yang positif.

2. Tidak menyebarkan berita-berita dari medsos yang tidak jelas kebenarannya.

3. Tidak mudah percaya atau terprovokasi pada berita-berita yang menyinggung serta menjelek-jelekkan kelompok atau individu.

4. Mengutuk para pelaku yang mengadu domba dan menyebarkan ujaran kebencian atas nama apa pun.

5. Mengutuk kelompok yang menerbitkan di medsos untuk memecah belah NKRI.

6. Mengutuk mereka yang mengadu domba antarsuku, agama, ras, dan antargolongan.

7. NU dan Lembaga Persahabatan Ormas Islam menyatakan perang terhadap hoax.

8. LPOI mendukung Polri dalam memberantas hoax.

9. Meminta Polri mengusut secara tuntas aktor di balik penyebaranhoax.

Adapun ormas yang tergabung dalam LPOI itu adalah NU, Persatuan Islam, Al-Irsyad Al-Islamiyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Azzzikra, Syrikat Islam Indonesia, Alwashliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Bina Muallaf Indonesia (HBMI), dan Nahdlatul Wathon. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top