Soal Reklamasi, Ahok Sudah Diperiksa Tapi Djarot Belum

publicanews - berita politik & hukumMantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat. (Foto: Facebook)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya ternyata telah memeriksa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus dugaan korupsi reklamasi Teluk Jakarta.

"Pak Ahok sudah diperiksa, sekitar awal Februari 2018 yang lalu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/2).

Menurut Argo, pemeriksaan Ahok berlangsung di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. "Karena yang bersangkutan di sel, ya kita periksa di Mako Brimob-lah," ia menambahkan.

Penyidik mengajukan 20-an pertanyaan seputar kebijakan dan tanggung jawabnya sebagai Gubernur DKI Jakarta kala itu. Argo menambahkan, penyidik juga menanyakan alasan Pemprov DKI Jakarta belum mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB) kepada pengembang.

Dari hasil pemeriksaan Ahok dan sejumlah saksi lain, ujar Argo, polisi belum menemukan adanya pelanggaran dalam proyek tersebut. "Sementara belum ada (pelanggaran)," katanya.

Direktur Reskrimsus Kombes Adi Deriyan menambahkan, Wagub Djarot Saiful Hidayat belum diperiksa. Saat ini Djarot masih sibuk dengan Pilkada Gubernur Sumut.

"Pak Djarot belum diperiksa, kan masih sibuk Pilkada," ujar Adi.

Saat ini penyidik masih melakukan pengkajian soal nilai jual objek pajak (NJOP) lahan hasil proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta. Tahapan hingga keluarnya nilai NJOP akan ditelaah polisi.

"Kita harus tahu dulu sampai sejauh mana proses pembangunan reklamasi, kemudian nilai NJOP itu seperti apa. Pemberian nilai NJOP itu apakah langsung atau ada tahapan-tahapan," Adi menjelaskan.

Penyidik telah memeriksa sejumlah saksi lain, seperti Menteri Agraria Sofyan Djalil, Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah, Kepala BPRD Edi Sumantri, dan sejumlah pejabat di dinas serta instansi terkait. Total saksi yang sudah diperiksa mencapai 40-an orang. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top