Saksi Kunci Pembunuhan Keluarga di Tangerang Minta Maaf

publicanews - berita politik & hukumKorban Emma ditemukan tewas berpelukan dengan kedua putrinya, Nova dan Tiara, di dalam kamar, Senin (12/2) pagi. (Foto: Dok Polres Tangerang)
PUBLICANEWS, Jakarta - Saksi kunci Muktar Efendi (60) sekaligus suami korban Emma, meminta maaf kepada istri dan dua anaknya yang tewas dalam pembunuhan sadis di Tangerang, Banten.

Hal itu diungkapkan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan usai menjenguk Muktar di RS Bhayangkara, Jakarta Timur. Muktar juga menjadi korban pembantaian sekeluarga tersebut.

"Kondisinya masih sangat lemah sekali dan tidak memungkinkan untuk diajak komunikasi. Saya tadi mengajak komunikasi, yang terucap hanya merasa lemas, minta maaf dan istighfar," kata Harry di RS Polri, Kramatjati, Selasa (13/2).

Harry mengatakan kondisi luka Muktar sangat parah. Selain di leher, juga ada luka tusukan senjata tajam cukup lebar di bagian perut.

Pembunuhan Ibu dan Dua Anak di Tangerang, Suami Kritis

Menurut Harry, Muktar terpaksa dipindahkan dari RSUD Tangerang Kota ke RS Polri untuk mendapatkan perawatan intensif sekaligus mempermudah pemeriksaan.

"Butuh penanganan dan perawatan intensif, makanya kami rujuk ke RS Polri. Yang kedua, karena ini menjadi saksi kunci kami dan butuh pengamanan intensif agar bisa ditangani dan cepat terungkap pelakunya," ia menambahkan.

Harry belum bersedia menyimpulkan apakah luka yang dialami Muktar merupakan aksi bunuh diri atau dibunuh. Ia berada di ruang berbeda dengan ketiga korban saat kejadian.

Polisi juga tidak menemukan barang-barang berharga di rumah itu yang hilang. Namun polisi belum menemukan handphone milik korban atau pun saksi.

Korban dalam kasus ini adalah Emma (40), Nova (18), dan Tiara (11). Ketiganya ditemukan meninggal berpelukan dalam satu kamar dengan luka yang cukup parah.

Muktar merupakan suami keempat Emma. Sehari-hari pasangan ini berjualan pakaian. Mereka ditemukan tewas setelah warga melapor ke polisi, Senin sore kemarin.

Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada Senin dini hari di Perumnahan Taman Kota Permai 2 Blok B6 Nomor 5, RW 12, Periuk, Jati Using, Tangerang. Para tetangga mendengar keluarga ini cekcok sebelum terjadi insiden memilukan ini. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top