Walikota Blitar Bantah Jotos Echa Paramita

publicanews - berita politik & hukumWalikota Blitar Muh Samanhudi Anwar dan Echa Paramita. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Blitar - Walikota Blitar Muh Samanhudi Anwar membantah telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya Echa Paramita.

"Gak benar (KDRT), lihat saja nanti," kata Samanhudi saat dikonfirmasi, Rabu (7/2).

Politikus PDIP itu mengatakan, ia tidak mengetahui bila Echa telah melakukan visum atas luka yang dialaminya di dua rumah sakit di Blitar, Jawa Timur. "Visumnya di bagian mana? Kalau di tangan itu kan dibuat sendiri bisa," ia menambahkan.

Echa telah melaporan kasus KDRT ini ke Polres Blitar. Namun karena terkait pejabat, maka kasusnya dilimpahkan ke Polda Jatim.

"Iya, kasusnya kami limpahkan ke Polda Jatim. Karena melibatkan kepala daerah yang wewenang menangani Polda Jatim," ujar Kapolres AKBP Adewira Negara Siregar.

Dugaan KDRT, Walikota Blitar Dipolisikan

Hingga saat ini belum diketahui kapan Ketua DPC PDIP Blitar ini akan diperiksa oleh penyidik Subdit PPA Ditreskrimum Polda Jatim. Polisi masih meminta izin pemeriksaan ke Gubernur Jatim. Namun, penyidik sudah memeriksa Echa dan menerima hasil visum.

Kabarnya, penganiayaan itu berlangsung pada 25 Januari tengah malam lalu. Pertengkaran terjadi di sebuah lapangan futsal di Jalan Ciliwung, Blitar.

Mantan sinden dari dalang Ki Joko Edan itu mengaku dipukul di bagian wajah, bahkan Echa sempat terseret dari kendaraan. Pasca kejadian itu Echa melapor ke polisi.

Echa adalah istri kedua Samanhudi yang dinikahi setahun lalu dan telah memberikan seorang anak. Wanita 33 tahun itu melambung namanya setelah menjadi sinden di acara Opera Van Java di Trans7. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top