Kasus Konsumen vs Pengembang Pulau Reklamasi Dihentikan

publicanews - berita politik & hukumKantor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. (Foto: Publicanews/Putra)
PUBLICANEWS, Jakarta - Penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Perkara (SP3) kasus video keributan antara konsumen dengan pengembang Pulau Reklamasi C dan D, Golf Island.

"Sudah dicabut (laporannya), sudah di-SP3," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda, Rabu (31/1). "Sejak 3-4 hari yang lalu," ia menambahkan.

Argo tidak menjelaskan secara rinci mengapa manajemen pengembang Golf Island mencabut laporannya.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, pengembang mencabut laporannya karena sudah ada pernyataan permohonan maaf dari penyebar video yang dianggap mengandung pencemaran baik itu. Permohonan maaf disampaikan melalui sebuah surat kabar nasional.

Polisi sebelumnya menetapkan tersangka William Kimiadi atas laporan keuasa hukum PT Kapuk Naga Indah, pengembang Pula C dan D, yang merupakan anak perusahaan PT Agung Sedayu Group. William dinilai telah melakukan pencemaran nama baik melalui penyebaran video keributan antara konsumen dan pengembang pada 9 Desember 2017.

Konsumen Dipolisikan Pengembang Pulau Reklamasi

Namun Wiliam ini bukanlah konsumen pulau buatan hasil menimbun pantai utara Jakarta itu. Video tersebut direkam oleh Willow, konsumen. William hanya menyebarkan video tersebut ke YouTube.

Pengembang Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 merasa dirugikan sebab keributan trjadi antara konsumen dengan pengembang Golf Island, namun William menulisnya sebagai keributan di proyek PIK2.

Penyidik Ditreskrimsus juga sudah memanggil beberapa konsumen, salah satunya bernama Felicita Susantio. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top