Penuhi Undangan Trump, Bupati Talaud Dinonaktifkan?

publicanews - berita politik & hukumDua pose Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip dinonaktifkan selama tiga bulan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo. Sanksi diberikan karena bupati periode 2014-2019 ini kedapatan bepergian ke Amerika Serikat tanpa izin.

"Tim Kemendagri datang dan cek ke Pemda Sulut dan Kabupaten Talaud. Bupati mengakui (pergi) tanpa izin," kata Tjahjo saat dimintai konfirmasi, Jumat (12/1).

Tjahjo kemudian menunjuk Petrus Simon Tuange, Wakil Bupati, untuk melaksanakan tugas dan kewenangan sebagai Bupati Talaud. Pembebastugasan mulai Jumat ini dijatuhkan kepada bupati yang rajin mengunggah kegiatannya melalui akun Instagram @sri_manalip itu.

“Kejadian ini pertama kali terjadi dan gubernur berharap juga yang terakhir," kata Wakil Gubernur Steven OE Kandouw saat menyerahkan SK pengangkatan jabatan tiga bulan kepada Petrus sebagai bupati.

Kabar yang beredar kepergian Sri untuk memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir Desember 2017. Jolly Horonis, seorang pegiat sosial budaya dan kemaritiman, dari Manado menjelaskan dalil undangan Trump kepada bupati di kepulauan paling utara Indonesia itu.

"Undangan presiden AS, Donald Trump kepada Bupati Talaud ini baiknya kita baca dari sudut geopolitik," tulisnya. Amerika punya kepentingan terhadap wilayah yang menjorok ke FIlipina itu.

Kabupaten Talaud merupakan pemekaran di wilayah Sulawesi Utara. Talaud diresmikan pada 2002. Sri membawahi 20 pulau dengan penduduk mencapai 88 ribu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top