KPAI Desak Polisi Bongkar Sindikat Pedofilia Video Porno Bandung

publicanews - berita politik & hukumCapture video mesum Bandung antara bocah dan wanita dewasa yang diproduksi di Bandung. (Foto: Media Sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak kepolisian membongkar sindikat pedofil internasional. Desakan itu menyusul kasus video mesum wanita dewasa dan anak-anak di Bandung yang berhasil diungkap polisi.

Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat, Susianah Affandy, mengatakan dalam kasus itu terdapat pelaku IM yang saat video dibuat pada Agustus 2017 lalu berusia 17 tahun 10 bulan. KPAI juga menemukan fakta bahwa baik IM ataupun ketiga bocah korban, yakni Rd (9), Dn (9), dan Sp (11), merupakan anak jalanan.

"Mereka berasal dari keluarga miskin yang tinggal di samping rel kereta api Kiara Condong, Bandung," kata Susianah dalam rilisnya yang diterima Publicanews, Jumat (12/1).

Menurut Susianah, keempat anak di bawah umur tersebut, termasuk Susanti (40) ibu dari dan Herni (41) orang tua Rd, menerima tawaran pembuatan video mesum karena desakan ekonomi.

"KPAI meminta kepada Pemerintah agar memberikan pengawasan terhadap anggota masyarakat yang rentan miskin dan merupakan penyandang masalah kesejahteraan sosial," ia menambahkan.

Sementara itu, Komisioner KPAI Bidang Pornografi dan Cyber Crime, Margaret Aliyatul Maimunah, meminta masyarakat tidak melakukan bully terhadap para korban. Kepada aparat kepolisian, ia mendesak melakukan pendalaman ITE atau digital forensic untuk mengetahui tujuan pembuatan video pesanan WNA asal Rusia tersebut.

"KPAI meminta kepolisian membongkar transaksi antara pemesan video dengan penerima pesanan, yakni FA, yang diduga dilakukan via facebook," ujar Margaret.

Pendalaman ini untuk membongkar sindikat pedofil internasional yang memangsa anak-anak jalanan yang lemah secara ekonomi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top