Waketum Gerindra Nilai Wajar Permintaan Uang

publicanews - berita politik & hukumBaliho La Nyalla dalam Pilgub Jawa Timur 2018. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai wajar adanya permintaan uang oleh Ketua Umum Prabowo Subianto kepada La Nyalla Mattalitti untuk maju Pilkada Jawa Timur.

La Nyalla mengaku diminta mempersiapkan uang Rp 200 miliar untuk keseluruhan biaya kampanye. Mantan ketua Umum PSSI itu diminta menyetor terlebih dahulu Rp 40 miliar sebelum 20 Desember 2017. Uang itu untuk biaya saksi di tempat pemungutan suara (TPS).

"Mengenai uang Rp 40 miliar, kata Mas La Nyalla yang katanya diminta oleh Partai Gerindra dan untuk bayar saksi di TPS saat pencoblosan. Kalaupun itu benar, adalah sangat wajar," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/1).

Arief menjelaskan, di Jawa Timur terdapat 38 kabupaten/kota dengan 68.511 TPS. Pada setiap TPS, dibutuhkan sedikitnya 3 saksi. Jika uang makan saksi sebesar Rp 200.000 per orang, maka dibutuhkan Rp 41 miliar.

La Nyalla Sebut Prabowo Minta Disiapkan Rp 200 M untuk Nyagub

Ketua Umum Forum Serikat Pekerja BUMN ini menyebutkan, biaya juga dikeluarkan untuk membayar saksi di tingkat PPS, PPK, dan KPUD. Artinya, dibutuhkan dana setidaknya Rp 20,5 miliar.

"Seperti pada Pilgub DKI Jakarta, seluruh kader Gerindra di Indonesia urunan untuk bantu Anies-Sandi," ujar Arief yang di Gerindra menjabat Wakil Ketua Umum bidang Buruh dan Ketenagakerjaan itu.

Meski La Nyalla menegaskan diminta sejumlah uang, namun Arief mengatakan tidak ada penyebutan uang dalam surat mandat Gerindra kepada La Nyalla. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Abi 97 @abi9712 Januari 2018 | 12:12:05

    Wajar perlu duit segitu...wajar juga setelah terpilih, jadi pasien KPK. Rusak nih negeri.

Back to Top