Banyuwangi

Ditolak Pakai BPJS, Polisi Laporkan Rumah Sakit

publicanews - berita politik & hukumRumah Sakit Islam Fatimah, Banyuwangi. (Foto: kabarbanyuwangi.info)
PUBLICANEWS, Banyuwangi - Anggota Polres Banyuwangi Aiptu Nengah Sumanasa melaporkan pihak RS Fatimah yang menolak istrinya melahirkan dengan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Padahal sang istri, Sri Suprobowati (41), mengalami pendarahan.

Akibat tidak segera ditangani, Sri mengalami keguguran. Usia kehamilannya sudah 4 bulan.

"Kami dapat rujukan ke RS Fatimah setelah mendatangi klinik Polres Banyuwangi. Kami coba pakai kartu BPJS," kata Nengah kepada wartawan, Kamis (11/1).

Nengah dan istri datang pagi-pagi ke RS Fatimah, namun ia ditolak pihak RS dengan alasan layanan BPJS sudah tutup. Dokter yang menangani, ujar Nengah, katanya sedang mengoperasi pasien.

Pihak RS kemudian menyarankan Nengah dan istri datang lagi esoknya. Padahal Nengah sudah menjelaskan keadaan istrinya yang genting dan perlu pertolongan cepat.

Nengah berupaya pindah RS karena kondisi istrinya semakin memburuk. Tapi janin yang ada di dalam kandungan Sri tak terselamatkan.

Ia mengaku sempat difasilitasi oleh BPJS untuk bertemu manajemen RS Fatimah. Pihak RS pun akhirnya meminta maaf.

"Ini bukan semata-mata untuk saya pribadi. Tapi, pembelajaran bagi semua. Saya yang anggota Polres bisa ditolak seperti ini, apalagi masyarakat biasa," Nengah menegaskan.

Atas kejadian itu Nengah melaporkan manajemen RS Fatimah ke Polres Banyuwangi.

Di pihak lain, Humas RS Fatimah Banyuwangi, Hadi Suprapto, membantah menolak pasien BPJS. Saat itu kondisi poliklinik sudah penuh.

Soal laporan ke Polres, RS menghormati keputusan pelapor. "Sebenarnya kami bersama perwakilan manajemen RS sudah bertemu pasien. Dan, melakukan mediasi," kata Hadi. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top