Dugaan Korupsi Reklamasi

Polisi Kembali Periksa Pejabat DKI

publicanews - berita politik & hukumFoto udara suasana proyek pembangunan reklamasi Teluk Jakarta di Pantai Utara Jakarta. (foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Sejumlah pejabat Pemprov DKI kembali diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Mereka adalah pejabat yang mengurusi proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, hari ini penyidik telah memeriksa saksi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) DKI Jakarta Edy Junaedi.

"Hari ini sudah datang jam 10.00 WIB tadi, Pak Edy Junaedi, Kepala DPM-PTSP," ujar Argo kepada wartawan di Mapolda, Jakarta, Kamis (11/1).

Namun Argo tidak menjelaskan secara rinci apa saja yang digali penyidik dari Edy. "Belum dapat agendanya dari penyidik," katanya.

Argo menambahkan, polisi saat ini masih meminta keterangan saksi-saksi. Penyidik juga tengah mengumpulkan dokumen terkait kasus tersebut. "Salah satunya dokumen terkait rapat," katanya. .

Sejak kasus ini disidik, penyidik baru memeriksa lima orang saksi. Mereka, antara lain, Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Pemprov DKI Jakarta Benni Agus Candra, pada Selasa (9/1).

Selain itu ada dua pegawai BPRD DKI Jakarta dan 1 pegawai BPRD Penjaringan, Jakarta Utara. Kemudian, penyidik Ditreskrimsus juga sudah memeriksa Kepala BPRD DKI Jakarta Edi Sumantri dan Kepala Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Dwi Haryantono.

Dari hasil gelar perkara yang dilakukan beberapa waktu lalu, penyidik menemukan ada indikasi penyelewengan anggaran proyek reklamasi Pulau C dan D. Dugaan penyelewengan dimaksud adalah penetapan NJOP dua pulau tersebut.

Hasil perhitungan appraisal KJPP, NJOP Pulau C dan D sebesar Rp 3,1 juta per meter persegi. Namun realisasinya mencapai Rp 25-30 juta. (m-03)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top